Banggalah Jadi Orang Papua

» Banggalah Jadi Orang Papua
Di Posting Tanggal 16 Mei 2007 Oleh webmaster

Jayapura – Banggalah jadi orang Papua. Kata ini bukan hanya sekedar kiasan belaka. Harus diakui bahwa genetic orang Papua luar biasa kuat dan perkasa dibandingkan dengan genetic suku-suku lain di Indonesia, seperti genetic orang Jawa dan genetic suku lainnya.

Hal ini menurut Profesor Dr. dr. Daldiyono menjadi asset Papua dalam melahirkan manusia ungulan dan berprestasi. Conserpasi enerji otot orang Papua cukup kuat, sama seperti enerji otot orang-orang luar negeri, sehingga jangan heran kalau olah raga luar negeri jauh lebih maju dibandingkan Negara Indonesia. Lihat saja atletik di Eropa dan Amerika genetic mereka sama dengan genetic orang Papua. Nah, ini harus dipelihara dan dikembangkan. Oleh karena itu tidak salah kalau Papua dijadikan sebagai salah satu pilot project di Indonesia.
Untuk itu menurut dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini sengaja datang ke Papua mengkampanyekan makin sayang ibu hamil. ‘’Saya ingin bincang-bincang dari hati kehati dengan ibu-ibu hamil di Papua. Kalau mau jujur saya ingin merawat ibu-ibu hamil di Papua. Saya terinpirasi pada masa perang duni ke II di Jepang, walaupun terjadi perang ibu-ibu hamil tetap dirawat, sehingga tidak perlu heran bila anak-anak di Jepang genetiknya bagus,’’ kata Daldiyono kepada wartawan di Jayapura, kemarin.
Olehnya, ia meminta kepada pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, jika ingin memang serius ingin mengembangkan SDM Papua tidak perlu capek-capek, tinggal gizi ibu-ibu hamil yang diperhatikan. Ibu-ibu hamil pun harus saying terhadap kandungannya. Ibu-ibu jangan diberikan makanan mie instant. Ibu-ibu sebaiknya diberikan makanan bergizi seperti daging, susu dan buah-buahan. Artinya, kalau anak-anak di dalam kandungan ibu sehat, maka generasi Papua akan cerdas.
Bahkan ia optimis, jika giji ini semua terpenuhi, 25 tahun kedepan Papua akan melahirkan atlet tangguh di Indonesia. Ini sudah terbukti banyak anak-anak Papua yang berpreastasi di bidang olah raga. Apalagi dibidang pendidikan, George Saa mampu beprestasi di Amerika dan di Eropa. Ini tentunya suatu kebanggaan bagi masyarakat Papua.
Penduduk Papua sendiri menurut data yang ada hanya 2,5 juta jiwa. Rata-rata angka kelahiran di Papua 2,5 persen per-tahun. Jadi rata-rata 75.000 pertahun angka kelahiran. Dengan melihat kekayaan SDM yang dimiliki Papua, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Papua. Untuk setiap ibu yang hamil di butuhkan dana Rp 25.000 per-hari. Kalau hanya Rp 25.000 per hari- dengan membandingkan kekayaan yang dimiliki Papua. Nilainya itu tidak seberapa, jika memang pemerintah provinsi, kabupaten dan kota serius ingin meningkatkan SDM yang handal.
Apabila kata pria yang sudah berusia 68 tahun ini gizi ini sudah diberikan sejak bayi dalam kandungan, maka angka kematian ibu melahirkan pun dapat ditekan. Apalagi saat ini, dari informasi yang diterimanya bahwa kematian ibu melahirkan cukup tinggi di Papua. Namun jika gizi ini lengkap, maka ia pun optimis anak-anak Papua bisa senyum dan masa depan pun cerah.
Namun demikian, selain giji lengkap menurut Daldiyono ibu-ibu hamilpun harus dirawat dan disayangi. Sebaliknya pula ibu-ibu hami harus sayang pada kandungannya. Dan masalah Papua pun harus diselesaikan dengan cara kasih sayang. **

 

artikel diambil dari [sini]

9 Komentar

Filed under global

9 responses to “Banggalah Jadi Orang Papua

  1. Ping-balik: Kita? « r o z e n e s i a

  2. Ping-balik: Kita? | GunawanRudy[dot]Com

  3. Tridia

    saya juga bangga jadi orang papua

  4. cutex

    halo? orang papua yang dijogja banyak yg merugikan penduduk setempat dan mahasisiwa luar daerah non-papua. sering maling, gak bayar kos berbulan2 ditagih malah ngamuk.. apa itu? benerin dulu tuh moral mereka… baru gen nya… ato kalo perlu orang papua dibuatin universitas ato lapangan pekerjaan sendiri deh di tanahnya… banyak suku perantauan tapi gak se bar-bar orang papua… kalo salah gak mau ngaku salah malah ke teman2nya gak tau ngadu apa tapi kok ya ama temannya gak diliat dulu kebenarannya asal ngebela.. trus main kroyok pake panah beracun. itu lah kenapa keringat orang papua tuh baunya gak enak bgt.. pada muntah orang non-papua. karena mereka suka seenaknya sendiri. mabuk2an gak cowok gak cewek dikuburan trus ngrusak makam. mau memperkosa cewek non papua, dipenjara eh temen2nya gak terima malah mau nyerang daerah tempat kejadian perkara.. tanpa tahu mana yg salah apa bukan. itulah kenapa orang-orang non papua gak suka ma orang papua. mereka minta dihormati tapi mereka tidak menghormati suku lain. seenaknya sendiri.
    jadi gimana prof? di cek dulu tuh

  5. ei nyong tu bkn org papua smuanya ya tu org2 trtentu yg biaza gtu ya …………………….

  6. AntiMeno

    Tidak semua orang papua begitu tapi sebagian besar saja.

  7. sabang-merauke

    buat cutex dan rekan2nya:
    seyogyanya kita harus mengakui kelebihan dan kekurangan orang lain,wong kalo begini caranya mending pisahkan orang papua dari negara ini,knapa musti mati-matian dipertahnkn? cara berpikir gini,seolah olah etnis tertentu lebih baik dari yg lain. buktinya kn tidak, yg anda nulis masalh apa,tdak jelas maksud anda,bnyk juga etnis lain yg buat kisruh,kriminal dan sbgainya termasuk kpada orng papua jga. jadi lebih baik anda selesaikn sendiri,bila perlu ke pihak berwajib. dari pada anda mengadu disini tu namanya adu domba, masalh yg anda maksud tidak selesai…etnis papua,sumatra,jawa,kalimntan,sulawesi dsbnya hidup rukun stiap ada perselisihan diselesaikn secara baik sebagai seorang manusia beadap bukan sperti cara berpikir cutex, seolah lempar batu sembunyi tangan tanpa salah,emangnya etnis lo malaikat? sempurnah?titisan dewa/dewi? tentu tidak!

  8. Kutex

    klo emang itu katamu cutex, kmu juga perlu lihat di Papua, kalo orang Papua sering dirugikan orang non-Papua. Malahan mereka jadi budak di negeri mereka sendiri.

  9. paijo

    buat komen atas sendiri, persatuan lu kurang kuat maka nya jogja buat bulan2nan, dulu smarang ada kayak geto semena mena,tp skrg kagak lu pegang dulu kepala suku nya,stiap daerah ada pala suku,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s