About

Prof.DR. Dr. Daldiyono

Sudah 40 tahun menjadi dokter. Tamat fakultas kedokteran UI tahun 1966, gelar doktor tahun 1995 lalu dilantik sebagai professor FKUI tahun 1997.

Buku yang telah dikarang adalah: Bagaimana Dokter Berpikir dan Bekerja: GPU, 2006, Pasien Pintar, Dokter Bijak: BIP, 2007, How to be a Real Student sedang dalam proses pencetakan di GPU, novel Liku-liku Hidup sedang dalam proses pencetakan pada penerbit Obor.

 

& Komentar

  • Selamat Malam Prof. Daldiyono
    perkenalkan, Saya Aprilia Gayatri (mahasiswa)

    begini dok, dalam blog saya terdapat posting tentang review buku “Ganti Hati” yang ditulis oleh Dahlan Iskan. Lalu dalam salah satu komentar dari pengunjung, ada yang menyatakan siap untuk menjadi donor hati.
    Dia bernama Naufaldy, Pria 34 tahun, Gol darah B, bahkan ybs juga meninggalkan nomor telepon.
    Saya sudah hubungi ybs menanyakan keseriusannya menjadi pendonor, dan ybs menyatakan keseriusannya.
    Komentarnya dapat dilihat pada link ini :
    http://binchoutan.wordpress.com/2008/05/27/book-review-ganti-hati-dahlan-iskan/

    Sejujurnya saya bingung harus menghubungi siapa? dan dimana saya dapat menemukan orang yang membutuhkan donor hati, karena saya tidak punya hubungan dengan Rumah Sakit atau lembaga kesehatan lainnya.

    Namun sebagai pemilik blog, saya ingin sekali membantu sebagai perantara. Oleh karena itu saya menulis pesan ini kepada Bapak, mungkin Bapak bisa membantu meneruskan kepada pasien yang membutuhkan. Alangkah baiknya jika niat baik ini dapat tersalurkan kepada yang membutuhkan.

    Terima Kasih, salam,
    Aprilia Gayatri
    http://binchoutan.wordpress.com
    apienx_mail@yahoo.com
    HP.08158797272

  • Terima kasih atas informasinya. Untuk pendonor, dapat menghubungi Prof. DR. Dr. Ali Sulaiman di bagian Hepatology, Departemen Penyakit Dalam, FKUI/RSCM. Beliau adalah ahlinya, yang nantinya akan menangani khusus pada bagian ini.

    Ilmu Penyakit Dalam
    Address:
    Fakultas Kedokteran UI – RSCM
    JL.Diponegoro No.71, Jakarta Pusat.
    Phone and Fax: (021)31930956, 3193463, 3914830 | 3161467.
    Email: ipd@fk.ui.ac.id.

  • Selamat malam, Dok. Saya memiliki seorang bibi yang menderita kanker usus besar stadium lanjut dan sudah menyebar ke organ liver. Dan sekarang sudah dilakukan colostomi. Tetapi bagian pinggang belakang sering terasa sakit seperti saat sebelum operasi. Menurut Dokter apa yang harus dilakukan untuk mengurangi rasa sakit dan penyebaran kankernya. Operasi dilakukan pada tanggal 15 Oktober 2008.

  • Yth. Prof. Daldiyono:

    Saya ingin menanyakan pendapat Dokter mengenai kemungkinan komplikasi organ pencernaan pada pengguna alat cuci darah dengan metode CAPD.

    Ayah saya (71 tahun), menjalani operasi untuk menanamkan kateter CAPD 2 bulan yang lalu. Beliau mengalami nyeri perut kurang lebih sejak 3 minggu yang lalu. Nyeri perut ini hilang timbul, tetapi kadang juga bertahan cukup lama, dan sangat sakit. Semula kami diperkirakan beliau mengalami infeksi (yang cukup umum pada pengguna CAPD), dan oleh dokter ginjal telah diberikan antibiotik selama 3 minggu ini. Tetapi hasil tes cairan dialysite tidak menunjukkan adanya kuman di cairan tersebut. Jadi infeksi bukan jawaban dari nyeri perut ini.

    Ada juga beberapa hari dimana beliau kentut terus menerus dan merasa agak enakan, tetapi setelah itu kembali merasa nyeri di bagian perut. Jadi kelebihan gas di perut/masuk angin juga bukan jawabannya

    Ayah saya dapat makan dengan baik dan tidur juga enak. Penggantian cairan dialysite tidak ada masalah (keluar masuk minimum 2 liter), dan cairan tesebut jernih.

    Saya membaca beberapa hasil penelitian mengenai kemungkinan komplikasi organ di tubuh seperti pankreas pada pengguna CAPD. Ada yang menyebut acute pancreatitis. Ada juga yang menyebutkan sclerosis encapsulating peritonitis.

    Bisakah Dokter sarankan ke ahli apa Ayah saya harus memeriksakan nyeri perut ini. Apakah betul harus ke gastroenterologist? Saya pikir paling tidak Ayah saya harus di CT Scan untuk mengetahui kondisi perut dan organ-organ disekitarnya.

    Terima kasih atas bantuannya.

    Qintan.

  • Arif:

    Yts Pak Arif, terima kasih Anda menghubungi saya.
    Kanker stadium lanjut memang memberi rasa nyeri, awalnya dapat diberi obat penghilang rasa nyeri, dapat diberi Ponstan, atau tramal atau ultracit. Obat-obat ini ada generiknya silakan pilih. Bila sakit bertahan (stadium akhir) dapat diberi morphin (MST) tapi mahal sekali dan jadi morfinis. Bila tak diberi sakit sekali (meraung-raung). Bila uang pas-pasan jangan beli MST, harus diberi sampai pasien kembali ke Tuhan.

    wasalam,
    Prof Daldi

  • Qintan:

    Yts Qintan, terima kasih.

    Metode CAPD adalah yang paling baru, bagus sekali, tapi ada resiko dan komplikasi yang harus dipahami dan diterima. Rasa sakit sedikit tidak mengapa, harus ditoleransi yang penting dapat makan, minum dan buang air besar, kentut itu berkah. Bila makan minum dan buang air besar baik, tak perlu ke Gastroenterologis.

    salam,
    Prof Daldi

  • Malam Dokter,
    Saya Pria 30 th mengalami sakit pada perut ( sakitnya nyeri di sekitar pusar) adapun dengan kondisi pada perut yang kembung sekali, keringat dingin kadang di sertai demam, mual, muntah. kondisi yang sgt tdk enak selama 12 jam krg lbh.
    Pada awalnya saya menyangka adalah sakit maag biasa saya pergi ke klinik dan diberi obat maag, setelah perhatikan sakit ini menjadi lebih sering terjadi berkisar 1 bulan sekali ( selama 5 bulan terakhir ini ) krn penasaran saya cek lbih lanjut ke internis di pgi cikini. Hasil USG dan Apendikogram menyatakan saya kena usus buntu dan harus segera dioperasi. Karena tidak yakin saya bawa semua hasil ke dokter keluarga kami, Dokter melihat hasil dan menyatakan kalo penyakit saya bukanlah usus buntu dia memberi saya rujukan untuk ke dokter khusus Gastroenterologi. kira-kira tindakan apa yang perlu kami ambil? sebelumnya terima kasih banyak atas waktu dan perhatiannya. Tuhan memberkati Dokter

  • Pak Mulyanto Ytc,
    Kondisi bapak barus ditelusuri lebih mendalam. Bahwa ada tanda usus buntu radang kronis barangkali benar, tapi persoalannya adalah apakah radang usus buntu kronis itu yang menyebabkan keluhan. Perlu foto usus besar dan foto usus kecil.
    Maaf atas jawaban yang terlambat.

  • Yth Prof Daldiyono,

    Saya Tri (pria), usia 29 th.
    Saya punya sakit anemia dan darah rendah. Hb saya 9. Setiap hari saya pusing, lemah dan ngantuk. Apalagi pekerjaan saya menuntut berfikir keras dan sering keluar kota.
    Selain itu sejak kecil saya punya wasir, waktu masih usia 13 th saya sudah pernah operasi.
    Sekitar 5 th an ini saya merasa wasir saya kambuh lagi. Setelah saya perhatikan, setelah makan cabe, santan walopun dalam jumlah sedikit, maka akan terjadi pendarahan dari anus dan terjadi beberapa hari, setiap BAB.Pendarahan nya lumayan banyak, kadang mengucur atau menetes selama kurang lebih 1 jam (sekalian BAB).
    Selain itu perus saya terasa seperti diremas2.

    Saya bingung, pendarahan yg terjadi pada saya itu disebabkan karena wasir, atau ada penyakit lain seperti lambung dan usus.

    Mohon pencerahan dokter, kira2 saya sakit apa dan harus berobat ke dokter spesialis apa?
    Apakah saya harus melakukan endoskopi?

    Saya ucapkan terima kasih atas jawaban Prof.

    Salam,
    Tri

  • Hallo, prof. Salam kenal, saya kakak seorang mahasiswa prof di FKUI. Adek saya cerita banyak tentang dokter :) Senang bisa mampir di blog Anda. :)

  • Terima kasih. Silakan Anda menengok buku-buku karangan saya di toko buku Gramedia. :)

  • Salam kenal, Prof…
    Wah, hebat sekali ada Profesor sempat ngeblog. Blognya saya link di blog saya ya Prof, barangkali ada sahabat2 saya yang butuh konsultasi. :)

  • Dokter saya Fifi, seorang IRT usia 23 tahun domisili di kota jambi. Saat ini saya sedang mengandung 6 bulan. saat kandungan saya berusia 3 bulan saya sulit BAB, feses hitam dan keras oleh dokter kandungan diberi laxadine dan dulcolax supp. Namun memasuki kandungan 5 bulan sering terjadi perdarahan saat BAB, ketika saya periksakan ke dokter bedah gastro ditemukan masa tumor sirkuler pada rectum distal. Masalahnya dokter tsb belum pernah menangani Tumor rectum kompl kehamilan. Apa yang harus saya lakukan dok?menurut dokter tsb kalau dirujuk ke Jkt mungkin bisa dilakukan reseksi dengan stapler agar kemungkinan kolostomi dapat diminimalisir. Mohon sarannya dok..terima kasih

  • Yth Ibu Fifiana
    Silakan konsultasi dengan Dr. Bambang Sutopo, SpPD di Jambi. Beliau ahli soal pencernaan. Tumor itu harus dibuktikan. Apabila ada konsultan lebih baik ke Jakarta.

  • dok, di jakarta saya bisa kosult dengan dokter siapa dan di rumah sakit mana?

  • Yth Prof. Daldiyono

    Saya yulie, 35 th. punya masalah dengan siklus BAB.. :-) ..

    selama ini BAB memang tidak selancar orang2 yang bisa tiap hari atau malah sehari 2x. Ada kala saya rutin tiap pagi, tapi penuh dengan ‘perjuangan’ Prof. Maksudnya, perlu waktu 20~30 menit plus konsentrasi penuh.

    Tapi terakhir2 malah sempat 2-3 hari sulit BAB. Ada rasa mulas, tapi berhenti, jadi tidak berlanjut. Kadang akhirnya bisa, tapi (maaf) feses keras dan sulit keluar. Saya sempat memakai obat pencahar “Mcrlx”, berhasil beberapa kali. Lalu saya hentikan.

    2 minggu lalu atas anjuran teman saya mulai ‘terapi air’, setiap bangun pagi saya minum 4-5 gelas air putih, sedikit berolahrga. Selama 1 minggu berhasil lancar BAB dok, tanpa keluhan.

    Minggu lalu ada yg memberi antioxidant water maker, termos air kecil yang ada mineral2 nya. Saya mulai minum melalui termos itu. Tapi setelah 4 hari ini, saya mulai berasa BAB sulit dan 2 hari terakhir ini malah tidak bisa BAB sama sekali. Saya pakai “Mcrlx” kembali, malah tidak bisa Prof. Tapi perut mulas dan ada peristaltik, cuma ya itu, mandeg di “pintu”.

    Mohon pencerahan Prof. Apa benar residu mineral air itu bisa menyebabkan konstipasi atau ada penyebab lain?

    Terimakasih banyak atas bantuannya dan maaf panjang sekali ceritanya.

  • Dok, saya mencari orang yang mau donor liver untuk mama saya, golongan darah O berat badan lebih dari 65 kg, bila ada yang berminat untuk membantu tolong hubungi saya lewat email juga bisa, terima kasih banyak.

  • Kepada Yth Melissa,

    Silakan Anda menghubungi divisi Hepatologi Dept. Ilmu Penyakit Dalam RSCM.

    salam

  • Yth Prof.Daldiyono

    Saya Renny, umur 31 thn. Berat badan 58 kg, tinggi 158.

    Dalam seminggu ini, perut saya kembung disertai dengan pembesaran perut seperti hamil 4 bulan. Gejala tersebut muncul, kemudian besoknya hilang, dan begitu seterusnya sepanjang minggu. Saya tidak mual, ulu hati tidak perih, tidak demam, BAB lancar. Hanya terasa kencang dan sedikit sakit di perut, kentut berkali-kali dan sendawa.

    Saat kembung pertama kali saya juga langsung pantang makan pedas, asam, kacang2an, kentang, kol, kopi, teh, susu, makanan berlemak, dll yang menyebabkan kembung, tapi ternyata gelaja berulang terus.

    Saya kemudian menemui internis, dan di-USG, ditemukan polip di empedu, tapi organ lain seperti hati, pankreas, limpa, usus, ginjal, rahim, semuanya bagus. Internis tersebut tidak bisa menyimpulkan apa penyebab sakit saya ini, sehingga saya hanya diberikan Enzyplex dan Motilium. Bila pengobatan sudah selesai tapi masih timbul gejala maka saya disarankan untuk endoskopi lewat mulut dan anus.

    FYI, saya juga pernah laparascopy usus buntu tahun 2008.

    Apa penyebab kembung seperti itu ya Prof? Apakah ada indikasi penyakit berbahaya? Perlukah saya endoskopi?

    Terima kasih sekali atas kesediaan Prof untuk membaca dan menjawabnya.

  • Yth. Ibu Renny,

    Penyakit tak bahaya. Sendawa dicegah dengan menelah ludah atau minum air hangat. Selama nafsu makan baik dan BAB baik, tak perlu endoskopi.

    salam


Tinggalkan Balasan