Agustus 21, 2007...7:18 am

Banggalah Jadi Orang Papua

Lompat ke Komentar

» Banggalah Jadi Orang Papua
Di Posting Tanggal 16 Mei 2007 Oleh webmaster

Jayapura – Banggalah jadi orang Papua. Kata ini bukan hanya sekedar kiasan belaka. Harus diakui bahwa genetic orang Papua luar biasa kuat dan perkasa dibandingkan dengan genetic suku-suku lain di Indonesia, seperti genetic orang Jawa dan genetic suku lainnya.

Hal ini menurut Profesor Dr. dr. Daldiyono menjadi asset Papua dalam melahirkan manusia ungulan dan berprestasi. Conserpasi enerji otot orang Papua cukup kuat, sama seperti enerji otot orang-orang luar negeri, sehingga jangan heran kalau olah raga luar negeri jauh lebih maju dibandingkan Negara Indonesia. Lihat saja atletik di Eropa dan Amerika genetic mereka sama dengan genetic orang Papua. Nah, ini harus dipelihara dan dikembangkan. Oleh karena itu tidak salah kalau Papua dijadikan sebagai salah satu pilot project di Indonesia.
Untuk itu menurut dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini sengaja datang ke Papua mengkampanyekan makin sayang ibu hamil. ‘’Saya ingin bincang-bincang dari hati kehati dengan ibu-ibu hamil di Papua. Kalau mau jujur saya ingin merawat ibu-ibu hamil di Papua. Saya terinpirasi pada masa perang duni ke II di Jepang, walaupun terjadi perang ibu-ibu hamil tetap dirawat, sehingga tidak perlu heran bila anak-anak di Jepang genetiknya bagus,’’ kata Daldiyono kepada wartawan di Jayapura, kemarin.
Olehnya, ia meminta kepada pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, jika ingin memang serius ingin mengembangkan SDM Papua tidak perlu capek-capek, tinggal gizi ibu-ibu hamil yang diperhatikan. Ibu-ibu hamil pun harus saying terhadap kandungannya. Ibu-ibu jangan diberikan makanan mie instant. Ibu-ibu sebaiknya diberikan makanan bergizi seperti daging, susu dan buah-buahan. Artinya, kalau anak-anak di dalam kandungan ibu sehat, maka generasi Papua akan cerdas.
Bahkan ia optimis, jika giji ini semua terpenuhi, 25 tahun kedepan Papua akan melahirkan atlet tangguh di Indonesia. Ini sudah terbukti banyak anak-anak Papua yang berpreastasi di bidang olah raga. Apalagi dibidang pendidikan, George Saa mampu beprestasi di Amerika dan di Eropa. Ini tentunya suatu kebanggaan bagi masyarakat Papua.
Penduduk Papua sendiri menurut data yang ada hanya 2,5 juta jiwa. Rata-rata angka kelahiran di Papua 2,5 persen per-tahun. Jadi rata-rata 75.000 pertahun angka kelahiran. Dengan melihat kekayaan SDM yang dimiliki Papua, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota di Papua. Untuk setiap ibu yang hamil di butuhkan dana Rp 25.000 per-hari. Kalau hanya Rp 25.000 per hari- dengan membandingkan kekayaan yang dimiliki Papua. Nilainya itu tidak seberapa, jika memang pemerintah provinsi, kabupaten dan kota serius ingin meningkatkan SDM yang handal.
Apabila kata pria yang sudah berusia 68 tahun ini gizi ini sudah diberikan sejak bayi dalam kandungan, maka angka kematian ibu melahirkan pun dapat ditekan. Apalagi saat ini, dari informasi yang diterimanya bahwa kematian ibu melahirkan cukup tinggi di Papua. Namun jika gizi ini lengkap, maka ia pun optimis anak-anak Papua bisa senyum dan masa depan pun cerah.
Namun demikian, selain giji lengkap menurut Daldiyono ibu-ibu hamilpun harus dirawat dan disayangi. Sebaliknya pula ibu-ibu hami harus sayang pada kandungannya. Dan masalah Papua pun harus diselesaikan dengan cara kasih sayang. **

 

artikel diambil dari [sini]

& Komentar


Tinggalkan Balasan