Mei 16, 2007...4:22 pm

Diagnosis Kanker Lambung dini dengan Endoskopi Kromatography

Lompat ke Komentar

Pendahuluan

 Kanker dini lambung adalah keganasan pada lambung yang masih terlokalisir pada mukosa dan submukosa tanpa memperhatikan sudah metastasis atau belum.

 Terminologi kanker dini lambung adalah terminologi patalogi anatomik setelah pembedahan.

2.      Klasifikasi kanker lambung

2.1.  Kanker lambung dini

2.2.  Kanker lambung lanjut

 Klasifikasi kanker lambung dini bermula dari Jepang dalam berbagai bentuk.

  1. Kanker lambung dini tipe I

Bila kanker terjadi pada suatu tonjolan mukosa, misalnya pada permukaan polip

  1. Kanker lambung dini tipe II

Kelainan pada mukosa datar.

    1. tipe II A = datar sedikit menimbul
    2. tipe II B = permukaan rata
    3. tipe II C = permukaan cekung
  1. Kanker lambung dini tipe III

Terlihat ada kawah (excavated)

 Kromatografi per Endoskopi

 Yang dimaksud kromatografi per endoskopi adalah tehnik diagnostik melalui endoskopi dengan memberi warna mukosa usus dengan memberikan/menyemprotkan zat warna, misalnya biru metilen untuk lambung dan yang sekarang baru diperkenalkan adalah dengan suatu tehnik pewarnaan dengan sinar khusus yang disebut NBI (Narrow Band Imaging).

 Kromatografi zat warna

 Untuk diagnosis kanker lambung biasa dipakai biru metilen. Daerah kanker mengambil/mengisap warna, sehingga lebih biru dibanding mukosa normal.

 NBI

 NBI (Narrow Band Imaging) adalah teknologi pewarnaan pembuluh darah kapiler mukosa saluran cerna dengan pencahayaan sinar tanpa sinar merah. Dengan NBI pembuluh darah terlihat biru. Akan sangat jelas terlihat gambaran (pattern) kapiler bahkan arteriole dan venulae. Dengan tehnik pencahayan NBI daerah kanker kehilangan gambaran pembuluh darah, dengan demikian lokasi biopsi menjadi lebih terarah.

Kesimpulan

 Tehnik kromatografi per endoskopi menghasilkan gambaran adanya jaringan kanker pada mukosa lebih jelas. Ada 2 tehnik kromatografi per endoskopi.

  1. Memakai zat biru metilen
  2. Memakai pencahayaan NBI (Narrow Band Imaging)

 
DAFTAR PUSTAKA

 Kuznetsor K et. al: Narrow Band Imaging: potensial and limitation endoscopy. 2006: 38; 76-81.

 Indrawan Jayapranata: Kasmonia Lambung. Dalam: Ali Sulaeman et. al. ed. Gastroenterologi Hepatologi. Jakarta, Infomedia 1990; 177-183.

 

& Komentar

  • salam kenal eyang prof…
    kapan2 bisa konsultasi masalah kesehatan dong ya ?

  • salam kenal juga wong-cilik..

  • Kalo endoskopi di jakarta barat yang bagus dimana??? Mahal ga sih terus tindaklanjutnya gimana???? Berdasarkan tipe hasil endoskopi nya.. Trims ya dok…..

  • *yudha: Semua bagus. Memang relatif mahal. Teknologi selalu mahal – harga ditentukan pemilik (penemu) teknologi. Kita perlu mencipta sendiri atau tak pakai teknologi sama sekali. itu baru murah..

  • prof. saya ingin bertanya. bagaimana mekanisme cara kerja endoskopi itu sendiri ya prof.? jika memungkinkan, tolong dijawab secepatnya. terima kasih

  • Yth. Prof. Daldiyono,

    Prof, ayah saya didiagnosis ca recti advance dan sdh dioperasi pd bln Jan 08 yl. Setelah operasi, Dokter internist melanjutkan dengan terapi kemoterapi sistem loading yang tidak menimbulkan efek samping mual dan rambut rontok. Setelah 3 sesi kemoterapi selama 3 bulan, kondisi ayah saya memburuk dengan kaki membengkak dan Hb 7, sehingga harus dirawat. Setelah keluar dari RS, dosis kemoterapi dinaikkan sehingga ada efek samping yaitu kulit di kaki menjadi bersisik. Bulan Juli kemarin sesi kemoterapinya sdh selesai. Tetapi saya tdk melihat perbaikan kondisi ayah saya. Saya ada beberapa pertanyaan sbb:
    1. Apakah metode kemoterapi sistem loading memiliki efektivitas yg sama baiknya dibanding kan dgn sistem yg biasa, yg menimbulkan efek samping?
    2. Saya ingin mengetahui sejauh mana ca ini telah bermetastase. alat apakah yg bisa digunakan?
    3. Saya ingin berkonsultasi ke tempat praktek Prof. Daldiyono sekaligus ingin mengecek metastase tsb. RS mana yg memiliki alatnya, apakah medistra atau carolus?

    Demikian, terima kasih atas bantuannya.

    Salam,
    Erlan Herlambang

  • Sdr Erlan, jika boleh tau ayah Anda umur berapa? Semua model terapi memiliki hasil yang hampir sama, yang penting bisa makan dan BAB. Setelah operasi dan chemo bisa sehat 1-2 tahun. Untuk deteksi metastasis periksa CEA dan Ca 19-9. Saya praktek di Sint Carolus dan Medistra, silakan jika Anda ingin berkonsultasi. Hb 7 setelah chemo, menurut saya perlu transfusi darah. terima kasih.

  • Yth. Prof Daldiyono,

    Ayah saya sekarang berumur 62thn. Hasil lab terakhir di pertengahan Juli 08 menunjukkan nilai CEA masih >500. Dengan nilai CEA tsb, apakah artinya kemoterapi tsb kurang efektif? Bagaimana treatment berikutnya, apakah kemoterapinya diteruskan?

    Demikian, terima kasih atas jawabannya.

  • pak sejauh mana bahaya kanker pankreas…??

  • Yth. Prof Daldiyono,

    prof saya mau tanya,
    ayah saya baru saja oprasi pengankatan kanker lambung, setelah selesai dokter yang mengoprasi bilang, kankernya ganas dan sudah mengakar pada tubuh pasien, swaktu waktu bisa tumbuh kanker baru

    apa bisa akar-akar kanker ayah saya hilang dari tubuhnya????

    atas waktunya saya ucapkan trima kasih

  • prof, saya mau tanya apa hubungannya disphagia dengan kanker?tolong dijawab secepatnya… trims.. dan apa saja tanda2 disphagia yang akut?? karena,ada seorang kerabat saya yang mengalami hal tsb jikalau dia stres,apa itu termasuk penyakit?

  • Kepada Citra Purnama: Kanker tidak ada hubungannya dengan GERD

  • Prof ada gak sih resiko melakukan endoskopi?

  • *Darmawan: Melakukan endoskopi tidak ada resikonya, silakan dilakukan.

  • Prof, sudah 3 bln ini perut saya terasa begah, di daerah ulu hati terasa agak berat terutama bila saya bergerak dan nafas terasa agak sesak. Sudah 6 x saya ke dokter dan selalu diberi obat maag. Apakah benar saya menderita penyakit maag /lambung karena saya saya tdk merasakan sakit/nyeri/melilit di perut saya. Apakah ada indikasi penyakit lain. Di rmah sakit mana saya bisa melakukan endoskopi utk wilayah jak-tim (saya tinggal di daerah pasar rebo/cijantung).Terimakasih atas waktunya

  • Ytc Bapak Prasetyo,
    Sakit perut yang samar perlu penelusuran yang teliti. Banyak sekali sebabnya, bisa juga cacingan. Pemeriksaan yang penting bila perut begah adalah pemeriksaan fungsi hati dan USG serta gastroscopi.

  • Yth Prof Daldiyono,
    Mohon advis Prof atas hasil CT Scan ayah mertua saya di Bag Radiologi RS St.Borromeus Bandung tgl 2 Januari 2009 ybl, sbb:

    Klinis Endokopi: susp Ca Gaster
    Pemeriksaan CT Scan Abdomen dilakukan tanpa dan dengan kontras fase arterioportal dan portal-venous potongan axial ketebalan 2 mm dari puncak diafragma sampai perineum. Sebelum pemeriksaan pasien diberi minum air untuk distensi dan memberi perbedaan kontras antara dinding dan lumen gaster.
    - Gaster : dinding corpus antrum posterior tampak massa solid dengan necrosis luas berukuran 9,5X8,5X5,5 cm. Massa ini menonjol ke dalam lumen dan keluar, telah menembus tunica serosa menginvasi jaringan flat disekitarnya , corpus pancreas, hepar lobus kiri dan radix mesenterium.
    - Kelenjar getah bening (KGB) perigaster dan truncus coeliacus membesar dengan ukuran mencapai 1,5 cm.
    - Omentum tidak tebal. Tidak tampak ascites.
    - Hepar: lobus kiri telah diinvasi langsung oleh massa gaster di atas, tidak tampak nodul2 metastase. Ehancement vena porta dan vena hepatica normal.
    - Kandung empedu: kecil, tidak tampak batu atau massa.
    - Pancreas: daerah corpus telah diinvasi oleh massa gaster diatas. Caput dan cauda pancreas baik. Ductus pancreaticus tidak lebar.
    - Limpa: Ginjal kanan dan kiri kanan tidak tampak kelainan. Ginjal kiri tampak kista simpleks berukuran 4 cm.
    - Paru kiri bawah segmen posterior tampak cystic bronchiectasis.
    KESIMPULAN :
    Neoplasma maligna gaster daerah corpus antrum telah melewati tunica serosa menginvasi jaringan flat sekitarnya, corpus pancreas, hepar lobus kiri dan radix mesenterium, metastase ke KGB perigaster dan truncus coeliacus. Tidak tampak intraperitoneal seeding atau metastase hematogen intrahepatis.
    TNM staging: T4 (telah menginvasi pancreas dan hepar dan radix mesenterium)
    N2 (7-15 KGB) MX.

    Terima kasih banyak sebelumnya atas advis anda.
    Salam.
    OP. Sihombing,
    Bandung.

  • Dear Prof

    mertua saya diberi surat rujukan untuk endoskopi, bole tau kisaran biaya berapa untuk endos di medistra?

  • Yth. Prof Daldiyono,
    ayah mertua sy baru sj didiagnosa terkena kanker lambung stdium 4,umur beliau 69thn.apakah ada proses ataupun treatment yg dpt dilakukan unt kesembuhan ayah mertua sy ya dok ?bagaimana dgn operasi ?kemungkinannya ?dan kemo sendri bagaimana dok ?
    tks

  • Yth Lydia, kalau orang tua dengan CA Gaster seperti ini lebih baik pasrah kepada Tuhan. Maaf ya, terpaksa pesimistis, tapi ilmunya bicara begitu.

  • Yth Pak Sihombing, Terima kasih. Melihat hasil CT Scan dan endoskopi rasanya kanker sudah lanjut, lebih baik pasrah kepada Tuhan.

  • Yth Mike, Terima kasih.
    Tentang biaya, silakan bertanya pada masing-masing rumah sakit. Biaya tidak seragam, alat yang baru makin canggih, harga alat mahal sekali. Kalau ingin yang lebih murah, datang ke RS Pemerintah, tapi harap sabar menunggu giliran, karena murah yang datang banyak sekali. Di RS Pemerintah murah karena alat dari pemerintah.

  • Yth. Prof. Daldiyono

    Prof saya mau nanya,
    Ayah saya sakit sudah ± 4 bulan, keluhannya sakit perut dan perut terasa keras
    Sudah periksa darah lengkap, widal, urine, usg dsb hasilnya bagus
    akhirnya oleh dokternya disuruh dilakukan CT SCAN dari hasil CT SCAN tersebut dikatakan bahwa ada massa di curvatura major gaster selanjutnya disuruh OMD dan hasilnya tidak ditemukan adanya massa anjuran selanjutnya endoskopy, tetapi ayah saya menolak untuk dilakukan endoscopy karena menurut dokternya endoscopy memiliki resiko yang besar bila dilakukan pada penderita jantung koroner (ayah saya penderita jantung koroner tetapi penyempitannya berapa persen tidak diketahui)
    beberapa minggu belakangan ini ayah saya sudah merasa lebih baik hanya terasa sebah atau seperti sakit maag padahal dokter belum memberikan obat / terapi apapun
    yang ingin saya tanyakan, prof :
    1. Apakah benar endoskopi tidak boleh dilakukan pada penderita jantung koroner ?
    2. menurut prof. Apa yang harus dilakukan oleh ayah saya selanjutnya ?
    3. Menurut prof apa diagnosa terhadap penyakit ayah saya apakah benar ada tumor / kanker pada lambungnya?

    Maaf ya prof kebanyakan tulisannya he..he..Saya sangat mengharapkan jawaban dari prof Daldiyono bisa secepatnya… makasih ya prof…..

  • Yth. Retha

    Maaf ya, problematiknya cukup kompleks, saya tidak bisa menjawab. Pada orang tua di atas 70 tahun, kita berpegang pada fungsi organ dan jangan ada penderitaan. suatu prosedur hanya dikerjakan untuk penyelamatan (life saving)

  • Yth. Prof. Daldiyono

    prof saya pnya mslh dgn lambung saya,gas lambungnya bnyk sekali jd suka nyesak kaya mau mati,sering betahak ga berhenti..
    apa yg hrs saya lakukan saya sdh berobat kemana2 tp tak kunjung smbh,tp saya blm mencoba di endoskopi…
    kira2 parah kah lambung saya,apa ada kelainan sprti kangker?

    saya mohon saran dr prof…

    trima ksh

  • Prof saya mau nanya.
    Usia saya 29th, ± 2th lalu saya opname karena diare hingga 10 hari tp sampai sekarang perut masih terasa sering mual terutama habis makan langsung Begah di perut kanan sampai terasa sakit tp perut kiri seperti kosong tidak terisi, saya sudah endoskopi hasilnya normal, CT Scan hasilnya normal kemudian appendix program hasilnya non filling appendix dan harus operasi usus buntu tapi stlh operasi rasa Begah di perut kanan masih ada. Kira2 sakitnya apa prof? Apa ada kemungkinan IBS prof?

  • Yth. Diwan Mahayana,

    Yang menyebabkan sakitnya adalah “bertahak itu”. Bertahak harus dicegah dengan menelan ludah. Silakan Anda konsultasi langsung ke RS Carolus.

  • Prof saya mau tanya…saya mengalami gejala sering sendawa, mual, lidah terasa pahit dan nyeri perut yang melilit bagian tengah atas yang sering berulang…apakah itu termasuk maag atau ada penyakit lain yang lebih ganas..karena sangat mengganggu aktivitas sehari-hari..mohon jawabannya ya dok…thanx

  • Yth. Sdr. Cucun

    Kita bicara tentang teori. Infeksi belum teratasi atau Anda mengidap penyakit yang jarang, yaitu crohn disease. Kalau IBS mungkin benar bila tidak ada mual.

  • Yth. Sdr. Nisa

    Sendawa itu “kebiasaan yang tidak baik” bukan penyakit, akibatnya bisa jadi penyakit. Sendawa ditelan dengan menelan ludah.

  • Dear Prof,

    Saya pria berumur 38 th dan sudah sejal Desember lalu mengalami gangguan perut, sudah ke dokter, dan beberapa dokter menyarankan endoskopi, sebagian lagi bilang tidak perlu.

    Pertanyaan saya ;
    1. Apakah selain endoskopi ada cara lain yang juga akurat?
    2. Apakah Prof juga melayani endoskopi?

    Sekian pertanyaan saya, terima kasih.

    Salam,
    Djoko

  • Yth. Bpk Djoko

    1. Endoskopi paling akurat
    2. Saya tidak lagi mengerjakan endoskopi. Murid-murid saya sudah lebih pandai dari saya.

    Terima kasih

  • dear prof,
    prof saya memiliki om yang baru saja menjalani ct scan pada perut. dia divonis lymphoma lambung. berikut ini saya lampirkan hasil ct scan nya dari rs husada jakarta. tolong beri komentar dan tindakan apa yagn harus diambil. umur om saya 57 tahun.
    pemeriksaan MSCT scan whole abdomen: potongan dari diafragma samapi bulbuli, tanpa dan dengan kontras iodium injeksi.
    hepar: tidak membesar, permukaan licin,parenkim post kontras fase artery menunjukan beberapa area yang lebih hiperdens/enhanced sesuai dengan area transient hepatic attenuation differentation (THAD), fase vena menunjukan beberapa low density nodules dengan diameter tidak lebih dari 21 mm, tersebar utamanya di lobus kanan, aspek sangat mencurigakan multiple liver metastasis. intra dan extrahepatics bile ducts tidak melebar. corakan vaskuler porta baik. kandung empedu tidak membesar, dinding mukosa didaerah fundus GB menunjukan penebalan yang mencurigakan suatu “frigian cap”/variant anatomy. bayangan sludge didalam GB, tidak tampak batuopak.
    lien: normal, parenkim baik. V. lienalis tidak melebar.
    pancreas: parenkim normal, tidak tampak s.o.l D. Pancreaticus tidak melebar.
    ginjal: bentuk normal, parenkim baik. fungsi ekskresi lancar, system pelviocalyces tidak melebar, tidak tampak ebndungan. kel. adrenal baik.
    kelenjar paraaortal: tidak membesar, ascites berat.
    lambung dan usus: dinding mukosa lambung difus menebal, ketebalan mencapai 15 – 44 mm, mukosa ireguler, dinding serosa licin-intact. tidak tampak filling defect usus lainnya dalam batas normal, tdiak melebar, tidak tampak ileus. omentum mulai menebal/suram, mencurigakan tanda tanda intraperitoneal infiltrasi / metastasis. mencurigakan keganasan lambung c.q. linitis plastica. DD/lymphoma lambung. colorectal tidak tampak kelainan.
    pelvis: kel prostat tidak membesar. buli-buli baik.

    kesan: mukosa lambung difus menebal suspect tumor jenis linitis plastica. DD/lymphoma lambung. anj: gastrokopi biopsi.
    kgb regional dan paraaortal tidak membesar.
    suspect multiple liver metastasis. tampak massive ascites dengan omental thickening c.q.peritoneal seeding.
    tidak tampak ileus. organ-2 abdomen lainnya dalam batas normal.

    itulah hasil ct scan perutnya. tolong dikometari ya prof dan langkah apa yagn harus kami ambil. sudah seberapa parahkah penyakit ini dan apakah masih ada harapan?
    terima kasih

    salam, ivonny

  • Yth. Sdr. Ivonny
    Silakan konsultasi ke RS Kanker Darmais. Ada 2 konsep konservatif aktif atau agresif. konservatif pasrah – agresif – operasi –> khemo.

  • Dear Prof Daldiyono,

    Istri saya sejak tahun 2004 menderita sakit hepatitis B ( istri saya saat ini berumur 28 tahun). Sempat 1 Tahun lebih berobat jalan dengan salah satu Prof yang juga praktek di RS c*k*n* (maaf saya tidak menyebutkan siapa nama Prof tsb karena saya tidak berniat mencemarkan nama baiik orang lain dan instasi). Di 1 tahun awal pengobatan bersama beliau istri saya diberi obat sebivo (maaf saya lupa dosisnya, yang pasti obatnya 1 hari 1 kali tablet). Pengobatan ini sangat baik karena istri saya sgot dan sgptnya selalu normal. Walau demikian hasil antivurus hbv nya masih rekatif .

    Jumlah virus hep B yang pernah ditest lab secara kuantitatif sebelum mengkonsumsi sebivo adalah 18 juta. Setalah mengkonsumsi sebivo salama 1 tahun menjadi 30ribuan. Ambang batasnya kalau tidak salah dibawah 300 ya? Saran dari prof tsb adalah mengganti obatnya karena kuatir virus hep b nya akan resisten dengan sebivo. Kami setuju dan atas saran prof tsb istri saya mengkonsumsi sejenis serbuk teh bernama sosayikoto, diminum dalam larutan air putih.

    Selang 2 bulan istri saya konsumsi sosayikoto, sgot dan sgptnya tidak normal ( diatas ambang normal). Prof menyatakan virus tsb ‘bandel’. Kami disarankan untuk menggunakan obat suntik bernama kalferon dengan dosis pemakaian seminggu 3 kali suntik. Obat ini juga sangat keras. Istri saya merasa tidak kuat meneruskan pengobatan suntik ini. Selain itu juga sgot/sgpt istri saya masih diatas ambang normal. Istri saya berhenti menggunakan obat tsb setelah 1 bulan menggunakannya.

    Lalu kami berangkat ke luar negeri, pulau penang di Malaysia. Bertemu dengan prof disana dan kunsultasi. Dengan berbegai pertimbangan, prof tsb menyarankan untuk berhenti menggunakan kalferon dan meneruskan pengobatan dengan obat baraclude 0.5 mg sehari. Prof tsb juga menyatakan bahwa istri saya memiliki lemak dihati ( fatty lever) dan diberi obat Jetepar dengan dosis 1 hari 3 tablet. Sayangnya pengobatan berjalan salama 1 tahun dipenang ini juga tidak menunjukan sgot/sgpt yang normal ( setiap bulan istri saya cek sgot/sgpt), selalu diatas ambang normal.

    Awal Agustuss ini kami berencana untuk kembali berobat di Jakarta. Keuangan kami juga tidak mencukupi untuk terus menerus berobat ke LN. Prof, saya mohon bantuannya apakah kami bisa berobat jalan ke Prof Daldiyono ? Atau ada saran dari Prof Daldiyono agar kami bisa memperoleh dokter/prof lain di Jakarta? Budget kami juga terbatas, secara jujur kapasitas kami untuk membeli obat adalah sekitar 2 jutaan sebulan.

    Saya meminta pendapat dan saran dari Prof karena saya liat diblog situs ini prof bisa menjawab dengan objektif..
    Jika jawaban prof tidak ingin dipublish, mohon mengirimkan email saja ke new_electrolite@yahoo.com

    Terima kasih banyak atas tanggapanya

    Daru Wicaksono & Theresia Natalin

  • Dear Prof,

    Prof,apakah seorang penderita kanker lambung bisa mengalami pembengkakkan di bagian perut??

  • Yth. Ibu Lydia,
    memang hal ini gejala akhir kanker lambung. gejala awal sangat samar-samar.

    salam

  • dear prof

    mo nanya…
    saya sudah sejak lama mempunyai keluhan bau mulut, saya sudah ke berbagai dokter dari dokter gigi sampai dengan dokter spesialis penyakit dalam. kemudian dokter yang terakhir bilang saya sebaiknya di endoskopi. tapi saya khawatir dengan harga/tarifnya. Kemudian saya masih ragu dengan proses endoskopi itu sendiri, gimana prof?

  • Sdr. Unique,

    Maaf ya, soal ragu saya tak bisa komentar. Ada tertulis sebaiknya pasien menerima atau menolak rencana medik.

    salam

  • dok,saya mo tanya,klo rasa tidak enak diperut bagian atas berarti bermasalah dengan lambung??saya sudah 5 bulan ini bergelut dgn penyakit ini.rasa tidak enak,mual,muntah bahkan pernah feses saya lembek dan berdarah.tapi setelah di cek lab,hasilnya gak ada masalah.berat badan saya turun terus.tapi nafsu makannya tetap kuat.apakah ada indikasi ke penyakit serius??umur saya 27 tahun.mohon penjelasannya.thanks.

  • Pagi prof, saya mau tanya, papa saya 68 tahun didiagnosa kanker lambung, CA-Gaster. Dokter yang saat ini menangani sudah menyerah. Karena kemungkinan sembuhnya tipis.
    Dibawah ini saya copykan hasil Patologi Anatomi-nya

    Patologi Anatomi
    Histologi
    Diagnosis klinik: Melena
    makroskopik: dua potong jaringan diameter 0.1 dan 0.3 cm semua cetak
    mikroskopik: epitel kelenjar proliferasi atipi sitoplasma cukup, inti gelap, kromatin inti kasar dan tampak infiltrasi ke stroma. H. pylori (-).
    kesimpulan: mukosa antral: adenokarsinoma differensiasi baik. H. pylori (-).

    Apakah benar ini susah disembuhkan prof? Kira2 tindakan apa yang bisa dilakukan? dan berapa biayanya.

    Trima kasih

    Yudi

  • Yth. Bpk Yudi

    Kalau posisi kanker pada antrum dari adenokarsinoma differensiasi baik –> operasi.
    Tentang biaya tergantung dari Rumah Sakit dan kelas perawatan. RSCM murah.

    salam


Tinggalkan Balasan