A. Pendahuluan
Kita semua ini dikaruniai hidup dalam suatu proses yang rumit dan indah serta oragn-organ tubuh. Kita memiliki kepala, leher, badan, lengan dan kaki, kulit dan tulang, dan sebagainya. Di dalam kepala kita memiliki organ otak dan mata. Di dalam leher ada kelenjar tiroid, para tiroid, tulang penyangga kepala serta pembuluh darah dan syaraf. Di dalam dada kita mempunyai jantung dan paru. Di dalam perut kita memiliki usus, hati, limpa, ginjal, organ kelamin.
B. Hati sebagai Pusat Metabolisme
Hati, berada di perut sebelah kanan atas. Keberadaan di perut kanan atas ditopang oleh pembuluh darah dan serabut-serabut ikat (ligamentum) yang mengikat hati dengan sekat rongga badan (diafragma). Hati mendapat 2 jenis aliran darah, yaitu aliran darah arteri dan alirah darah vena dari usus yang disebut system peredaran darah porta. System peredaran darah porta ini yang mengakibatkan atau menjadikan hati sebagai pusat metabolisme manusia. Jadi secara singkat fungsi terpenting hati adalah: pusat metabolisme manusia dan juga hewan. Yang disebut metabolisme adalah segala proses kimia di dalam badan. Dari uraian ini harap dipahami betapa sulitnya hidup manusia bila hatinya tidak berfungsi dengan baik.
C. Fungsi Hati : Penjabaran Pusat Metabolisme
1. Menyaring racun pada makanan
Sudah dijelaskan bahwa semua aliran darah dari usus masuk ke dalam hati. Darah dari usus itu mengandung semua bahan yang diserap usus dari makanan. Semua jenis zat kimia yang larut dalam air atau larut pada lemak diserap oleh usus. Jadi seluruh bahan yang kita makan seluruhnya masuk ke hati.
Penjelasan ini semoga dapat dipahami bahwa kita perlu hati-hati memilih makanan, apalagi makanan beracun.
2. Mengolah semua obat
Kita sering minum obat, sekali tempo disuntik oleh dokter atau perawat, bahkan diberi infus. Semua itu beredar dalam tubuh. Semua obat merupakan benda asing yang harus diolah lalu dikeluarkan ke usus melalui saluran empedu atau diolah menjadi bahan yang mudah dikeluarkan oleh ginjal bersama air kencing (urine).
Penjelasan ini semoga dipahami agar kita tidak sembarangan minum obat atau penasaran menaikkan dosis obat. Banyak orang minum obat pusing berlebihan, satu tablet tidak mempan lalu dua tablet.
3. Menyimpan energi atau tanki energi
Semua disebut hidup, bila ada energi yang bergerak di dalamnya. Lampu hidup karena ada energi listrik. Mesin hidup karena minyak diubah menjadi energi listrik. Makhluk hidup, tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia karena ada peredaran energi kehidupan dalam badan. Energi kehidupan ini dalam ilmu kedokteran disebut ATP, singkatan dari Adenosine Tri Phosphat. ATP dibuat dari salah satu jenis gula yang disebut glukosa. Glukosa ini berasal dari makanan, gula pasir, gula jawa, nasi, jagung, singkong, ubi, kentang, dan lain-lain yang dalam ilmu kedokteran disebut karbohidrat.
Kita ini hidup harus terus-terusan beda dengan mesin yang hidup mati. Jadi ATP harus senantiasa ada, ATP dibuat sendiri oleh masing-masing sel badan kita. Kita tidak terus-terusan makan. Juga terkadang puasa khususnya pada bulan Ramadhan. Nah, selama puasa itu ATP tetap harus ada, jadi glukosa harus tetap ada. Cadangan glukosa ada pada hati dan otot dalam bentuk salah satu jenis karbohidrat yang disebut glikogen. Cadangan glukosa dalam hati dan otot akan habis dalam 13 jam. Karena itu kita puasa cukup 12 jam. Apabila cadangan glukosa habis terpakai, hati kita pula yang harus membuat glukosa. Glukosa dibuat dari lemak yang ada dalam badan, yang disebut gluconeagenesis.
4. Memproduksi cairan empedu
Pencernaan lemak
Lemak atau gajih yang pada makanan terdapat pada minyak goring, lemak daging, keju, mentega, susu, sangat diperlukan oleh badan kita. Semua daya tahan badan kita berasal dari lemak. Jadi jangan takut pada lemak, yang penting tidak perlu kebanyakan. Makanan cepat saji Amerika disebutkan dalam semua makalah terlalu banyak mengandung lemak. Yang paling bagus makan sayur dan buah yang banyak.
Lemak yang kita makan, tentunya harus dicerna oleh usus lalu diserapkan ke dalam darah. Ada suatu dalil, bahwa semua zat yang akan diserap harus larut dalam air, sedang kita tahu, lemak tidak dapat larut dalam air. Agar lemak dapat larut dalam air perlu medium (perantara). Perantara tersebut adalah cairan empedu, yang dibuat oleh hati, sehingga lemak bercampur cairan empedu dapat larut dalam air lalu diserap ke dalam darah.
5. Hati sebagai pembentuk kolesterol
Ada pemahaman yang kurang tepat pada masyarakat tentang kolesterol yang beranggapan kolesterol itu jelek. Yang jelek adalah bila kebanyakan. Kolesterol adalah bahan dasar banyak hormon, antara lain hormon gairah seksual perempuan, yaitu esterogen dan progesterone dan hormone gairah seksual laki-laki yaitu testosterone. Selain itu ada hormon lain yang dibuat dari kolesterol, yaitu hormon steroid yang diperlukan bila kita kerja keras.
Hormon lain yang baru saja ditemukan adalah hormone angiostensinogen yang membuat pembuluh darah tidak kempes dan lemas dan hormon yang mengatur pembentukan trombosit.
Dari uraian tentang fungsi hati tersebut semoga jelas, kita harus sayang pada hati kita dan waspada menjaga kesehatan hati kita.
D. Berbagai Kelainan Hati serta Pencegahannya
Uraian selanjutnya akan memperkenalkan berbagai kelainan hati secara sederhana dan sekedarnya disertai cara pencegahannya. Uraian dimulai dari yang paling sederhana sampai yang terberat.
- Hati berlemak
Hati berlemak suatu kelainan yang paling sederhana. Tidak semua hati berlemak yang terdapat pada pemeriksaan USG (Ultra Sonograph) itu suatu kelainan. Bisa juga normal, jadi ada 2 tingkat keadaan hati berlemak.
-
- Hati berlemak sehat atau ringan
- Hati berlemak sakit
Hati berlemak sakitpun tidak mengganggu badan, orang masih merasa sehat, bekerja biasa, olah raga biasa, makan minum dan buang air besar atau buang air kecil biasa, tidur biasa. Jadi tidak merasa sakit. Persoalan menjadi lain bila ada pencetus atau terkena penyakit. Seorang yang memiliki hati berlemak sehat atau ringan bila terkena penyakit TBC masih bisa minum obat sebagaimana lazimnya. Tetapi orang yang memiliki hati berlemak sakit (berlemak berat) tidak bisa menerima obat TBC. Semoga dapat dimengerti hati berlemak menyebabkan daya tahan dan daya kerja hati, menurun.
Orang yang memiliki hati berlemak sakit dapat diketahui dari pemeriksaan USG dan pemeriksaan darah, khususnya pemeriksaan enzim SGOT, SGPT, dan gamma GT ((GT). Hati berlemak berat terjadi karena 2 hal:
a. kurang gizi
Masyarakat Eropa dan Amerika yang terkenal kaya, ternyata banyak pula yang kurang gizi, yaitu para pecandu alcohol. Orang pecandu alcohol tidak suka makan, maunya minum alcohol melulu.
b. kelebihan makan
Sudah disinggung di depan, bahwa makanan yang kita makan, sebelumnya disimpan (ditabung) dulu sebelum digunakan. Tabungan enersi ini berupa glikogen dan lemak. Bila kita makan berlebihan terus maka tempat simpanan akan penuh, jadilah hati berlemak, yang makin lama makin berat.
Hati berlemak berat dalam istilah kedokteran disebut NASH singkatan dari Non Alcoholic Steatohepatitis.
Pencegahan Hati Berlemak
S udah dijelaskan semoga dipahami proses timbulnya hati berlemak, maka kita bisa mencegahnya:
1. Makan secukupnya
Makan nasi tak perlu kenyang. Sayur dan buah sangat baik, disamping sebagai sumber vitamin, dapat memuaskan perut menjadi kenyang dapat mengurangi porsi roti dan nasi.
2. Olahraga atau senam yang teratur
Simpanan energi dalam hati, kulit dan otak sebaiknya selalu dipakai dengan demikian diperbaharui selalu, tidak terus menerus ditimbun apalagi ditambah terus.
Pengobatan Hati Berlemak
Hati berlemak yang perlu diobati adalah yang menimbulkan kenaikan SGOT dan SGPT. Pengobatan terpenting adalah pencegahan dan mengurangi lemak yang tertimbun dalam hati seperti tersebut di atas.
Pada masa sekarang ini di seluruh dunia banyak dipakai obat-obat herbal yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alami untuk hati berlemak.
- Penyakit Hati Kerancunan
Sudah dijelaskan di depan bahwa fungsi hati adalah menyaring dan menghancurkan racun yang termakan agar tidak sempat meracuni tubuh. Ada kalanya racun lebih kuat dari hati. Yang terkenal adalah racun dari sejenis jamur dan racun dari sejenis ikan yang langsung merusak dan mematikan sel hati. Tuhan menciptakan untuk kita penangkalnya berupa tumbuh-tumbuhan yang dapat menolong sel hati. Di Indonesia yang telah banyak diselidiki adalah temulawak yang di dalamnya terdapat suatu zat yang disebut curcumin dan kedele mengandung lemak yang disebut Soya lecithin. Kedua zat ini mampu memperkuat selaput membrane sel hati sehingga mampu bertahan terhadap racun. Selain itu kedua bahan ini juga mendorong regenerasi sel hati. Adalah suatu berkat Tuhan atau sudah diatur oleh Sang Pencipta bahwa sel hati bisa memperbanyak diri atau berkembang biak dan mampu memperbaiki diri. Apabila suatu saat ada racun yang membunuh sel hati, sel yang mati segera diganti dengan sel baru duplikat sel hati yang sehat sesuai peribahasa: esa hilang dua terbilang.
Di Eropa, ada sejenis tumbuh-tumbuhan bernama Sylibum marianum yang mengandung zat bernama Sylimarin. Konon riwayatnya, tanamanan ini dipakai oleh para nelayan untuk mengobati orang yang keracunan racun ikan.
Penyakit hati keracunan sering pula ditemukan akibat obat. Banyak obat yang berpotensi merusak hati. Yang terkenal adalah obat bius halothene, obat penghilang rasa nyeri, obat penenang, obat sakit kepala dan obat penghilang rasa nyeri sendi, obat penenang menimbulkan keracunan hati bila dipakai terlalu lama terus menerus atau dipakai kebanyakan.
Memang suatu keharusan obat-obat itu perlu diatur oleh ahlinya, yaitu dokter. Pemerintah bersama IDI sudah menetapkan jangka waktu pengobatan sendiri = “Bila suda tiga hari sakit menetap harus konsultasi pada dokter”.
- Penyakit Radang Hati
Penyakit radang pada hati disebut hepatitis, rangkaian dari kata hepar = hati, dan itis = radang, jadilah nama hepatitis. Ada berbagai penyebab hepatitis. Yang pertama adalah virus dan bakteri. Penyakit hati akibat bakteri tidak perlu dibahas karena bila hati sudah terkena bakteri tentu berasal dari tempat lain dan situasi sudah gawat. Yang perlu dibahas di sini adalah hepatitis akibat virus.
Yang disebut virus adalah makhluk sangat halus bahkan yang terkecil yang sampai saat ini diketahui. Virus jenisnya banyak sekali dan ada dimana-mana. Pada badan kita ada bermukim banyak virus dan bakteri yang menjaga badan kita. Suatu ketika ada virus yang menyebabkan penyakit. Penyakit akan mudah dikenali karena setiap virus hinggap pada bagian tertentu, misalnya ada virus yang suka hinggap di otak menimbulkan radang otak, ada juga yang hinggap di mata, ada yang senangnya hidup di hati yang disebut virus hepatitis.
Virus Hepatitis
Virus hepatitis ada banyak jenisnya, diberi nama berdasarkan urutan ditemukan, yaitu virus hepatitis A, B, C, D dan sebagainya sekarang sudah sampai virus hepatitis G. barangkali masih akan ditemukan banyak virus hepatitis lagi. Suatu ketika kita mendapat pasien sakit kuning yang gejala dan tandanya berbeda dengan yang sudah dikenal, lalu didapatkan virus hepatitis baru. Dari 8 virus hepatitis yang saat ini dikenal yang terpenting 3 jenis, yaitu hepatitis virus A, hepatitis virus B, hepatitis virus C.
Hepatitis virus A
Hepatitis jenis ini, awalnya menimbulkan penyakit yang mendadak, panas, mual dan muntah. Pada fase ini jarang ada dokter yang dapat menentukan bahwa pasien hepatitis karena gejalanya masih bersifat umum, mirip penyakit yang lain, misalnya demam berdarah, thypus, bahkan mirip infeksi tenggorok. Fase penyakit yang masih bergejala umum ini dalam istilah kedokteran disebut fase prodromal. Jadi bila ada dokter yang tidak tepat mendiagnosis penyakit fase pradromal jangan disalahkan. Setelah panas 3 hari baru muncul gejala dan tanda spesifik yaitu warna air kencing jadi coklat dan nyeri perut sekitar kanan atas.
Setelah panas badang berlangsung 5 hari, tiba-tiba panas reda tapi penderita jadi lemas, lemah lunglai dan mata jadi kuning.
Penyakit hepatitis A pada awalnya terlihat berat, mual, muntah, mata kuning selain panas tetapi untungnya sembuh sempurna, jarang menimbulkan kematian, kecuali bila kondisi hati sebelumnya memang lemah, misalnya hati berlemak berat. Tapi hepatitis A jarang menimbulkan kematian dan sembuh sempurna dengan kekebalan permanen.
Pada fase pasien lemah lunglai sebaiknya dirawat di rumah sakit, pertama untuk pemulihan, biasanya diberi infus air gula (glucose 10%) sampai mual muntah hilang. Bila mual sudah hilang, pasien bisa dirawat di rumah dan makan biasa, tapi jangan kebanyakan lemak.
Tidak perlu pengobatan secara khusus, pertama karena penyakit sembuh sendiri dan tidak berbahaya, kedua memang virus hepatitis A belum ditemukan penangkalnya. Yang dikerjakan para dokter sekedar membantu penyembuhan yang dalam ilmu kedokteran disebut pengobatan suportif dan banyak dokter menggunakan obat herbal, misalnya temulawak atau zat yang sudah dimurnikan yaitu curcumin.
Yang paling penting adalah pencegahan. Pertama vaksinasi terutama pada anak-anak. Kedua menjaga kebersihan makanan karena penularan virus hepatitis A melalui makanan. Virus ini yang semula hidup pada hati ikut aliran cairan empedu ke usus lalu keluar melalui feses (kotoran) kita. Dan fase ini ditularkan oleh lalat ke meja makan atau ke makanan di warung dan restoran.
Hepatitis B
Hepatitis B sesuai dengan namanya disebabkan oleh virus hepatitis B. orang yang tertular virus ini pada fase awal juga menunjukkan gejala seperti hepatitis A. Anehnya penyakit lebih ringan. Sayangnya pada sebagian orang virusnya tidak mau pergi, tetap tinggal seumur hidup. Tidak semua orang yang terjangkit hepatitis B sakitnya berlanjut. Sebagian terbesar sembuh sempurna 96%, sedang sisanya 4% menjadi penyakit hati kronik atau pengidap virus hepatitis B sehat yang dalam ilmu kedokteran disebut pembawa virus sehat (carrier).
Orang mendapat hepatitis B dari berbagai cara:
1. Dari jarum suntuk yang dipakai bersama
2. Dari transfusi darah
3. Dari ibu pengidap lalu menular ke bayi saat melahirkan
4. Hubungan seks tidak sehat
Perlu dijelaskan di sini bahwa saat ini orang-orang yang berumur di atas 40 tahun banyak yang membawa virus hepatitis B karena waktu mereka masih kecil mendapatkan suntikan dengan jarum suntik yang dipakai untuk banyak orang. Memang waktu itu virus ini belum dikenal. Sekarang ini dengan vaksinasi pada bayi, sudah jarang ditemukan penderita hepatitis B pada anak-anak. Pemerintah telah memprogramkan vaksinasi hepatitis B pada bayi di puskesmas dan pada praktek dokter.
Pencegahan
Pencegahan secara umum adalah menghindarkan penularan, dan ini sudah dilaksanakan oleh pemerintah dan para dokter dan vaksinasi. Pemerintah dalam hal ini Palang Merah Indonesia (PMI) selalu memberi darah bebas dari virus, sudah ditapis lebih dulu.
Pengobatan
Perawatan fase akut sama dengan hepatitis A. Pada fase kronik saat ini sudah ada obat anti virus hepatitis B. obat yang disuntikkan bernama interferon yang mampu mengusir virus paling sedikit melumpuhkan. Obat yang kedua obat anti virus hepatitis B yang diminum berupa tablet atau kapsul.
Sayangnya kedua obat ini mahal sekali. Bahkan di Negara maju hanya 10% penderita yang mampu membeli obat. Selebihnya diobati dengan obat tradisional atau obat herbal, misalnya temulawak.
Hepatitis C
Uraian tentang hepatitis C sama dengan hepatitis B selalu menimbulakn penyakit yang berlangsung lama (kronik) makin lama makin berat. Pengetahuan para dokter tentang hepatitis C belum sebanyak pengetahuan tentang hepatitis C. penularan utama terjadi pada pemakai narkoba suntik. Pengobatan hanya dengan interferon, yang karena mahal, hanya sedikit yang mampu membeli obat, selebihnya dipakai obat herbal atau obat tradisional.
Hepatitis selebihnya tidak perlu diuraikan karena sakitnya ringan dan sembuh sendiri seperti hepatitis A.
- Sakit kuning
Sakit kuning yang dimaksud disini ada warna kuning pada mata yang normalnya berwarna putih. Menyebut sakit kuning sebenarnya kurang tepat, tapi penting dan berguna agar kita waspada. Warna kuning pada mata sebenarnya suatu tanda penyakit yang penyebabnya banyak sekali.
1. Hepatitis A, B, C, baik yang akut atau yang kronik (menahun)
2. Malaria
3. Penutupan saluran empedu
4. Kanker hati dan pankreas
Uraian tidak perlu dilanjutkan karena hanya dokter yang perlu pengetahuan ini.
E. Penutup
Semoga uraian singkat ini berguna bagi para pembaca, sebagai bahan bagaimana kita memahami kemudia menyayangi dan kemudian menjaga kesehatan hati kita.
Jakarta, April 2007
Rujukan:
1. Andri Sanityoso. Hepatitis viral akut. Dalam: Arusudoyo et. al. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, 2006; 424-434.
2. Irsan Hasan. Perlemakan hati non alkoholik. Dalam: Arusudoyo et. al. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, 2006; 464-468.
3. Tom Brody. Nutritional Biochemistry. San Siego: Academic Press, 1994.
& Komentar
November 23, 2007 pukul 7:53 am
salam hormat
prof. saya mhsiswa fk, sedang mau skripsi, tolong dibantu dicarikan judul yg instrumen penelitiannya kuisioner di wilayah puskesmas, karena saya mempunyai keterbatasan biaya dan fk tempat saya kuliah baru.
terima kasih.
Desember 15, 2007 pukul 1:52 am
*nur: jika boleh tahu, dimanakah Anda menjalani kuliah? Mohon keterangan yang lebih lengkap. Atau bisa juga melakukan korespondensi melalui email saja. terima kasih.
Desember 31, 2007 pukul 4:31 pm
Selamat malam Prof,
Saya mau tanya, ada teman yang setelah cek lab untuk fungsi hati hasilnya: SGOT = 20,2 SGPT=25,0 dan tes HbsAg dengan ultra sensitif = Reaktif(15,34) termasuk jenis hepatitis apakah ini Prof?
Terima kasih
Januari 31, 2008 pukul 8:52 am
selamat siang Prof,
saya mau tanya, 2 minngu yang lalu saya menjalani cek darah, dg hasil Hbsag positif, Anti Hbsag Negatif, Hb DNA posifit, jmlh virus dlm tubuh mencapai 4700. Denagn hasil seperti itu, termasuk jenis hepatitis apakah yg saya derita Prof, langkah pengobatan apa yg saya harus jalani sekarang ?
Terima kasih
Februari 8, 2008 pukul 6:20 am
Selamat siang prof
Terima kasih artikelnya…..sangat membantu memahami penyakit hepatitis…karena hari ini saya difonis kena Hepatitis A
Salam
Maret 3, 2008 pukul 6:38 am
Selamat siang Prof….
Saya mau nanya ttg tes kesehatan pranikah…
Setahu saya tes itu bisa mengetahui ttg penyakit keturunan agar janin yang akan lahir dapat dicegah dari penyakit tsb…
Tapi apakah tes tersebut bisa digunakan untuk mengetahui apakah janin yang akan dilahirkan bisa cacat fisik?
Masalahnya saya akan menikah dengan sepupu saya. Nenek dari ibu saya kakak-beradik dengan nenek dari ibu sepupu saya. Dari pengalaman, perkawinan sedarah banyak menghasilkan keturunan yg cacat. Ada yg bisu, autis, dll…
Apakah penyakit tsb jg bisa dideteksi dgn tes kesehatan pranikah tsb?
Salam
April 1, 2009 pukul 5:12 pm
Selamat mlm dok.
Sya mau tanya dok,2 bln yg lalu saya di diagnosa fatty liver,sgot :58 sgpt:48. trigliserida:333 sya dikasih curliv plus 3×1,gemfibrozil 1×1 selama 3 mngg,skrg sgot:24 sgpt:17 sudah normal dok,pertanyaanya kenapa sakit perut kanan atas msih berasa dan sering demam,apakah sya belum smbuh?
April 8, 2009 pukul 2:48 am
Yth Bambang,
Fatty liver bukan penyakit dan tidak menimbulkan rasa sakit. Rasa sakit perut kanan harus dicari sebabnya.
Mei 7, 2009 pukul 5:11 am
Selamat siang Dok,
Saya menderita hepatitis B kronis sudah hampir 2 tahun. Hasil Lab terakhir : HbsAg (+) , HbeAg (+) HBV DNA (-). Kondisi Liver saya masih bagus (hasil USG 6 bulan yg lalu ). Oleh Dr. yg merawat sy diberi curliv+, Sebivo, Hepsera, Imreg, BRM, yg dikonsumsi setiap hari. Biasanya dg kondisi seperti saya perlu berapa lama untuk sembuh total ?. Apakah perlu dilakukan Scan virus / Biopsi?
Terima kasih.
Mei 21, 2009 pukul 4:06 am
Yth. Sdr. Henny,
Menurut konsensus tingkat Asia (APSL), diberi obat bila SGOT. SGPT tinggi. Kalau SGOT, SGPT normal Anda perlu biopsi hati untuk menentukan terapi atau tidak. Bila uang Anda cukup lanjutkan terapi sebivo.
Juni 21, 2009 pukul 4:11 pm
Dok, beberapa waktu yang lalu saya periksa darah ke Klinik karena ada nyeri di ulu hati dan mimisan stiap hari.
Hasilnya SGPT 79, SGOT 28. Apakah ini bisa dikatakan hepatitis? Namun petugas lab darah menyarankan supaya minum yang mengandung curcuma.
Mohon tanggapannya! Trima kasih sebelumnya
Juni 25, 2009 pukul 6:46 am
Dear Prof,
(Maaf jika saya memberikan balasan lagi di topik ini karena menurut saya disini kebutuhan dan topik saya seusai )
Istri saya sejak tahun 2004 menderita sakit hepatitis B ( istri saya saat ini berumur 28 tahun). Sempat 1 Tahun lebih berobat jalan dengan salah satu Prof yang juga praktek di RS c*k*n* (maaf saya tidak menyebutkan siapa nama Prof tsb karena saya tidak berniat mencemarkan nama baiik orang lain dan instasi). Di 1 tahun awal pengobatan bersama beliau istri saya diberi obat sebivo (maaf saya lupa dosisnya, yang pasti obatnya 1 hari 1 kali tablet). Pengobatan ini sangat baik karena istri saya sgot dan sgptnya selalu normal. Walau demikian hasil antivurus hbv nya masih rekatif .
Jumlah virus hep B yang pernah ditest lab secara kuantitatif sebelum mengkonsumsi sebivo adalah 18 juta. Setalah mengkonsumsi sebivo salama 1 tahun menjadi 30ribuan. Ambang batasnya kalau tidak salah dibawah 300 ya? Saran dari prof tsb adalah mengganti obatnya karena kuatir virus hep b nya akan resisten dengan sebivo. Kami setuju dan atas saran prof tsb istri saya mengkonsumsi sejenis serbuk teh bernama sosayikoto, diminum dalam larutan air putih.
Selang 2 bulan istri saya konsumsi sosayikoto, sgot dan sgptnya tidak normal ( diatas ambang normal). Prof menyatakan virus tsb ‘bandel’. Kami disarankan untuk menggunakan obat suntik bernama kalferon dengan dosis pemakaian seminggu 3 kali suntik. Obat ini juga sangat keras. Istri saya merasa tidak kuat meneruskan pengobatan suntik ini. Selain itu juga sgot/sgpt istri saya masih diatas ambang normal. Istri saya berhenti menggunakan obat tsb setelah 1 bulan menggunakannya.
Lalu kami berangkat ke luar negeri, pulau penang di Malaysia. Bertemu dengan prof disana dan kunsultasi. Dengan berbegai pertimbangan, prof tsb menyarankan untuk berhenti menggunakan kalferon dan meneruskan pengobatan dengan obat baraclude 0.5 mg sehari. Prof tsb juga menyatakan bahwa istri saya memiliki lemak dihati ( fatty lever) dan diberi obat Jetepar dengan dosis 1 hari 3 tablet. Sayangnya pengobatan berjalan salama 1 tahun dipenang ini juga tidak menunjukan sgot/sgpt yang normal ( setiap bulan istri saya cek sgot/sgpt), selalu diatas ambang normal.
Awal Agustuss ini kami berencana untuk kembali berobat di Jakarta. Keuangan kami juga tidak mencukupi untuk terus menerus berobat ke LN. Prof, saya mohon bantuannya apakah kami bisa berobat jalan ke Prof Daldiyono ? Atau ada saran dari Prof Daldiyono agar kami bisa memperoleh dokter/prof lain di Jakarta? Budget kami juga terbatas, secara jujur kapasitas kami untuk membeli obat adalah sekitar 2 jutaan sebulan.
Saya meminta pendapat dan saran dari Prof karena saya liat diblog situs ini prof bisa menjawab dengan objektif..
Jika jawaban prof tidak ingin dipublish, mohon mengirimkan email saja ke new_electrolite@yahoo.com
Terima kasih banyak atas tanggapanya
Daru Wicaksono & Theresia Natalin
Juni 28, 2009 pukul 7:24 am
Yth. Bpk. Daru Wicaksono
Silakan datang ke RS Medistra di Jl. Gatot Subroto setiap (kecuali Rabu) pagi pk. 09.00 – 10.00 pagi. Sebelumnya harap Anda untuk menelpon terlebih dahulu, karena kadang-kadang saya tidak praktek karena harus tugas mengajar. terima kasih.
Juni 28, 2009 pukul 7:28 am
Yth Bpk. Farhan,
Ini bukan tanda hepatitis. Tanda hepatitis yang pokok adalah mata berwarna kuning. Mengenai mimisan, sebaiknya Anda periksa ke dokter THT. Terima kasih.
Juli 9, 2009 pukul 2:54 am
Dear Prof,
Apakah Prof juga membuka praktik dirumah ?
Apakah prof juga praktek di RS Carolus?
Mohon info jadwal praktek prof untuk dirumah (jika ada) dan di RS Carolus (jika ada).
Terima Kasih
Daru
Juli 10, 2009 pukul 3:37 pm
Yth. Sdr. Daru,
Saya tidak praktik di rumah. Silakan datang ke RS Carolus setiap hari Senin – Jumat pk. 18.00 – 20.00 WIB atau RS Medistra setiap hari pukul 9.30 kecuali hari Rabu.
Juli 13, 2009 pukul 5:47 am
Slmat siang prof n salam sejahtera.
Saya 1 minggu yg lalu br aj general cek up. Kmudian diketahui dr lemaknya LDL kholesterol 163, SGOT 21, SGPT 34. Lekosit urine positif, eritrosit urine positif 4-5. Dan dr USG trdpt ksimpuln Fatty liver, mc buney tak nampak mass(Dd: cronic appendicitis) dan gas usus meningkat.
Apakah benar saya trkna fatty liver pdhal SGOT/SGPT saya msh dikisaran normal, namun saya mrasakn ada benjolan tumpul tpat di bwh tulang rusuk yg ssekali trasa nyeri..pdhal jwban prof dr prtanyaannya p.bambang di atas bhw fatty liver itu tdk pnyakit dan tdk trasa sakit..bgmn dok mhn pnjelasan.
Apakah usus buntu saya yg kena dok? Sbb perut terasa penuh terus.
Saya di sarankn ole dokter tpmt tes tsb utk operasi dg laparascopy.., jk operasi dg cr trsb apaka cukup aman utk organ yg lain.
Kmudian gas usus mningkat disebabkn krn apa dan bagaiman cara menormalknnya.
Dmikian prof, sblumnya saya sampaikn byk2 terima ksh.
Salam
Juli 15, 2009 pukul 3:18 pm
Yth. Bpk Bambang,
Fatty liver bukan penyakit, itu hanya istilah medik biasa.
Tentang laparoscopy harus yakin dulu bahwa gejala akibat appendixitis kronik, bukan oleh sebab lain.
Ada baiknya jika Pak Bambang bertemu dengan saya secara langsung.
Terima kasih.
Juli 16, 2009 pukul 11:39 pm
Slamat pg prof salam sejahtera.
Terima ksh byk atas tanggapan & undangan u/ ktemu langsung dg prof, namun nampaknya dlm waktu dekat blm bisa krn saya tinggal di lamongan jatim.
Satu lg prof, apaka fatty liver jk di biar akan brdampak buruk? Dan apakah bs di normalkn dg hanya mmakai obat2an, dan kira2 obat apa yg baik utk fatty liver saya.
Trima ksh byk prof, semoga Tuhan selalu melimpahkn rahmat Nya kpd profesor.
Salam hormat.
Bambang
Juli 19, 2009 pukul 11:56 am
Yth. Bpk Bambang,
Sekali lagi, fatty liver bukan penyakit. Kalau Anda di Lamongan, tidak perlu bertemu dengan saya. Kurangi makan nasi, berhentilah makan sebelum kenyang. Banyak makan buah dan sayur, yang lain bebas.
salam.
Juli 19, 2009 pukul 4:27 pm
Malem prof..,
Baik prof terima kasih byk atas perhatian nya.
Salam
Oktober 12, 2009 pukul 2:01 pm
Yth.Pak Prof Daldiyono..salam sejahtera
Saya mau bertanya tentang hasil Lab, SGOT=119.SGPT=49.Cholesterol Total=262.Trigeliserida=233 dan gejala yang saya alami ada rasa nyeri di uluhati sebelah kiri. Riwayat kesehatan sewaktu kecil pernah sakit “kuning”. Nah..apakah artinya saya Hepatitis? (Lab tdk cek HbsAg).
Terima kasih banyak Prof….
Salam
Oktober 29, 2009 pukul 1:35 am
Yth. bpk Irfan,
Normalkan dulu kolesterol dan trigliseride, baru kita bicara hepatitis. Banyak makan sayur dan buah, nasi dan roti dikurangi.
salam.
November 1, 2009 pukul 1:10 am
wow pak prof artikelya buagus ….buanget,,,,,stlah membc artikel ni sy jd sdr dan mau mejaga kesehata hati sy, dulunya sy tdk th klu ht kita mempunyai peranan yg bgt penting dlm kelangsngan hdp kt,tp stlh mmbc artikel bp yg bgt bgus sy langsung tercengang dan berniat untuk menjaga pola mkn sy spy sy bs terhindar dr penykit hepatitis btw makasih ya prof,smg tuhan memberkati,,,,,,,,,,,,,,
November 4, 2009 pukul 2:22 am
Yth. Ibu Anna
Terima kasih.