Sayangilah Hati Anda, Jagalah Hati Anda

A. Pendahuluan

Kita semua ini dikaruniai hidup dalam suatu proses yang rumit dan indah serta oragn-organ tubuh. Kita memiliki kepala, leher, badan, lengan dan kaki, kulit dan tulang, dan sebagainya. Di dalam kepala kita memiliki organ otak dan mata. Di dalam leher ada kelenjar tiroid, para tiroid, tulang penyangga kepala serta pembuluh darah dan syaraf. Di dalam dada kita mempunyai jantung dan paru. Di dalam perut kita memiliki usus, hati, limpa, ginjal, organ kelamin.

 

B. Hati sebagai Pusat Metabolisme

Hati, berada di perut sebelah kanan atas. Keberadaan di perut kanan atas ditopang oleh pembuluh darah dan serabut-serabut ikat (ligamentum) yang mengikat hati dengan sekat rongga badan (diafragma). Hati mendapat 2 jenis aliran darah, yaitu aliran darah arteri dan alirah darah vena dari usus yang disebut system peredaran darah porta. System peredaran darah porta ini yang mengakibatkan atau menjadikan hati sebagai pusat metabolisme manusia. Jadi secara singkat fungsi terpenting hati adalah: pusat metabolisme manusia dan juga hewan. Yang disebut metabolisme adalah segala proses kimia di dalam badan. Dari uraian ini harap dipahami betapa sulitnya hidup manusia bila hatinya tidak berfungsi dengan baik.

 

C. Fungsi Hati : Penjabaran Pusat Metabolisme

1.  Menyaring racun pada makanan

Sudah dijelaskan bahwa semua aliran darah dari usus masuk ke dalam hati. Darah dari usus itu mengandung semua bahan yang diserap usus dari makanan. Semua jenis zat kimia yang larut dalam air atau larut pada lemak diserap oleh usus. Jadi seluruh bahan yang kita makan seluruhnya masuk ke hati.

Penjelasan ini semoga dapat dipahami bahwa kita perlu hati-hati memilih makanan, apalagi makanan beracun.

2.     Mengolah semua obat

Kita sering minum obat, sekali tempo disuntik oleh dokter atau perawat, bahkan diberi infus. Semua itu beredar dalam tubuh. Semua obat merupakan benda asing yang harus diolah lalu dikeluarkan ke usus melalui saluran empedu atau diolah menjadi bahan yang mudah dikeluarkan oleh ginjal bersama air kencing (urine).

Penjelasan ini semoga dipahami agar kita tidak sembarangan minum obat atau penasaran menaikkan dosis obat. Banyak orang minum obat pusing berlebihan, satu tablet tidak mempan lalu dua tablet.

3.     Menyimpan energi atau tanki energi

Semua disebut hidup, bila ada energi yang bergerak di dalamnya. Lampu hidup karena ada energi listrik. Mesin hidup karena minyak diubah menjadi energi listrik. Makhluk hidup, tumbuh-tumbuhan, hewan, manusia karena ada peredaran energi kehidupan dalam badan. Energi kehidupan ini dalam ilmu kedokteran disebut ATP, singkatan dari Adenosine Tri Phosphat. ATP dibuat dari salah satu jenis gula yang disebut glukosa. Glukosa ini berasal dari makanan, gula pasir, gula jawa, nasi, jagung, singkong, ubi, kentang, dan lain-lain yang dalam ilmu kedokteran disebut karbohidrat.

Kita ini hidup harus terus-terusan beda dengan mesin yang hidup mati. Jadi ATP harus senantiasa ada, ATP dibuat sendiri oleh masing-masing sel badan kita. Kita tidak terus-terusan makan. Juga terkadang puasa khususnya pada bulan Ramadhan. Nah, selama puasa itu ATP tetap harus ada, jadi glukosa harus tetap ada. Cadangan glukosa ada pada hati dan otot dalam bentuk salah satu jenis karbohidrat yang disebut glikogen. Cadangan glukosa dalam hati dan otot akan habis dalam 13 jam. Karena itu kita puasa cukup 12 jam. Apabila cadangan glukosa habis terpakai, hati kita pula yang harus membuat glukosa. Glukosa dibuat dari lemak yang ada dalam badan, yang disebut gluconeagenesis.


4.   
Memproduksi cairan empedu

Pencernaan lemak

Lemak atau gajih yang pada makanan terdapat pada minyak goring, lemak daging, keju, mentega, susu, sangat diperlukan oleh badan kita. Semua daya tahan badan kita berasal dari lemak. Jadi jangan takut pada lemak, yang penting tidak perlu kebanyakan. Makanan cepat saji Amerika disebutkan dalam semua makalah terlalu banyak mengandung lemak. Yang paling bagus makan sayur dan buah yang banyak.

Lemak yang kita makan, tentunya harus dicerna oleh usus lalu diserapkan ke dalam darah. Ada suatu dalil, bahwa semua zat yang akan diserap harus larut dalam air, sedang kita tahu, lemak tidak dapat larut dalam air. Agar lemak dapat larut dalam air perlu medium (perantara). Perantara tersebut adalah cairan empedu, yang dibuat oleh hati, sehingga lemak bercampur cairan empedu dapat larut dalam air lalu diserap ke dalam darah.


5. 
Hati sebagai pembentuk kolesterol

Ada pemahaman yang kurang tepat pada masyarakat tentang kolesterol yang beranggapan kolesterol itu jelek. Yang jelek adalah bila kebanyakan. Kolesterol adalah bahan dasar banyak hormon, antara lain hormon gairah seksual perempuan, yaitu esterogen dan progesterone dan hormone gairah seksual laki-laki yaitu testosterone. Selain itu ada hormon lain yang dibuat dari kolesterol, yaitu hormon steroid yang diperlukan bila kita kerja keras.

Hormon lain yang baru saja ditemukan adalah hormone angiostensinogen yang membuat pembuluh darah tidak kempes dan lemas dan hormon yang mengatur pembentukan trombosit.

Dari uraian tentang fungsi hati tersebut semoga jelas, kita harus sayang pada hati kita dan waspada menjaga kesehatan hati kita.

D. Berbagai Kelainan Hati serta Pencegahannya

Uraian selanjutnya akan memperkenalkan berbagai kelainan hati secara sederhana dan sekedarnya disertai cara pencegahannya. Uraian dimulai dari yang paling sederhana sampai yang terberat.

  1. Hati berlemak

Hati berlemak suatu kelainan yang paling sederhana. Tidak semua hati berlemak yang terdapat pada pemeriksaan USG (Ultra Sonograph) itu suatu kelainan. Bisa juga normal, jadi ada 2 tingkat keadaan hati berlemak.

    1. Hati berlemak sehat atau ringan
    2. Hati berlemak sakit

Hati berlemak sakitpun tidak mengganggu badan, orang masih merasa sehat, bekerja biasa, olah raga biasa, makan minum dan buang air besar atau buang air kecil biasa, tidur biasa. Jadi tidak merasa sakit. Persoalan menjadi lain bila ada pencetus atau terkena penyakit. Seorang yang memiliki hati berlemak sehat atau ringan bila terkena penyakit TBC masih bisa minum obat sebagaimana lazimnya. Tetapi orang yang memiliki hati berlemak sakit (berlemak berat) tidak bisa menerima obat TBC. Semoga dapat dimengerti hati berlemak menyebabkan daya tahan dan daya kerja hati, menurun.

Orang yang memiliki hati berlemak sakit dapat diketahui dari pemeriksaan USG dan pemeriksaan darah, khususnya pemeriksaan enzim SGOT, SGPT, dan gamma GT ((GT). Hati berlemak berat terjadi karena 2 hal:

a.     kurang gizi

Masyarakat Eropa dan Amerika yang terkenal kaya, ternyata banyak pula yang kurang gizi, yaitu para pecandu alcohol. Orang pecandu alcohol tidak suka makan, maunya minum alcohol melulu.

b.     kelebihan makan

Sudah disinggung di depan, bahwa makanan yang kita makan, sebelumnya disimpan (ditabung) dulu sebelum digunakan. Tabungan enersi ini berupa glikogen dan lemak. Bila kita makan berlebihan terus maka tempat simpanan akan penuh, jadilah hati berlemak, yang makin lama makin berat.

Hati berlemak berat dalam istilah kedokteran disebut NASH singkatan dari Non Alcoholic Steatohepatitis.

Pencegahan Hati Berlemak

S udah dijelaskan semoga dipahami proses timbulnya hati berlemak, maka kita bisa mencegahnya:

1.     Makan secukupnya

Makan nasi tak perlu kenyang. Sayur dan buah sangat baik, disamping sebagai sumber vitamin, dapat memuaskan perut menjadi kenyang dapat mengurangi porsi roti dan nasi.

2.     Olahraga atau senam yang teratur

Simpanan energi dalam hati, kulit dan otak sebaiknya selalu dipakai dengan demikian diperbaharui selalu, tidak terus menerus ditimbun apalagi ditambah terus.

Pengobatan Hati Berlemak

Hati berlemak yang perlu diobati adalah yang menimbulkan kenaikan SGOT dan SGPT. Pengobatan terpenting adalah pencegahan dan mengurangi lemak yang tertimbun dalam hati seperti tersebut di atas.

Pada masa sekarang ini di seluruh dunia banyak dipakai obat-obat herbal yang berasal dari tumbuh-tumbuhan alami untuk hati berlemak.

  1. Penyakit Hati Kerancunan

Sudah dijelaskan di depan bahwa fungsi hati adalah menyaring dan menghancurkan racun yang termakan agar tidak sempat meracuni tubuh. Ada kalanya racun lebih kuat dari hati. Yang terkenal adalah racun dari sejenis jamur dan racun dari sejenis ikan yang langsung merusak dan mematikan sel hati. Tuhan menciptakan untuk kita penangkalnya berupa tumbuh-tumbuhan yang dapat menolong sel hati. Di Indonesia yang telah banyak diselidiki adalah temulawak yang di dalamnya terdapat suatu zat yang disebut curcumin dan kedele mengandung lemak yang disebut Soya lecithin. Kedua zat ini mampu memperkuat selaput membrane sel hati sehingga mampu bertahan terhadap racun. Selain itu kedua bahan ini juga mendorong regenerasi sel hati. Adalah suatu berkat Tuhan atau sudah diatur oleh Sang Pencipta bahwa sel hati bisa memperbanyak diri atau berkembang biak dan mampu memperbaiki diri. Apabila suatu saat ada racun yang membunuh sel hati, sel yang mati segera diganti dengan sel baru duplikat sel hati yang sehat sesuai peribahasa: esa hilang dua terbilang.

Di Eropa, ada sejenis tumbuh-tumbuhan bernama Sylibum marianum yang mengandung zat bernama Sylimarin. Konon riwayatnya, tanamanan ini dipakai oleh para nelayan untuk mengobati orang yang keracunan racun ikan.

Penyakit hati keracunan sering pula ditemukan akibat obat. Banyak obat yang berpotensi merusak hati. Yang terkenal adalah obat bius halothene, obat penghilang rasa nyeri, obat penenang, obat sakit kepala dan obat penghilang rasa nyeri sendi, obat penenang menimbulkan keracunan hati bila dipakai terlalu lama terus menerus atau dipakai kebanyakan.

Memang suatu keharusan obat-obat itu perlu diatur oleh ahlinya, yaitu dokter. Pemerintah bersama IDI sudah menetapkan jangka waktu pengobatan sendiri = “Bila suda tiga hari sakit menetap harus konsultasi pada dokter”.

  1. Penyakit Radang Hati

Penyakit radang pada hati disebut hepatitis, rangkaian dari kata hepar = hati, dan itis = radang, jadilah nama hepatitis. Ada berbagai penyebab hepatitis. Yang pertama adalah virus dan bakteri. Penyakit hati akibat bakteri tidak perlu dibahas karena bila hati sudah terkena bakteri tentu berasal dari tempat lain dan situasi sudah gawat. Yang perlu dibahas di sini adalah hepatitis akibat virus.

Yang disebut virus adalah makhluk sangat halus bahkan yang terkecil yang sampai saat ini diketahui. Virus jenisnya banyak sekali dan ada dimana-mana. Pada badan kita ada bermukim banyak virus dan bakteri yang menjaga badan kita. Suatu ketika ada virus yang menyebabkan penyakit. Penyakit akan mudah dikenali karena setiap virus hinggap pada bagian tertentu, misalnya ada virus yang suka hinggap di otak menimbulkan radang otak, ada juga yang hinggap di mata, ada yang senangnya hidup di hati yang disebut virus hepatitis.

Virus Hepatitis

Virus hepatitis ada banyak jenisnya, diberi nama berdasarkan urutan ditemukan, yaitu virus hepatitis A, B, C, D dan sebagainya sekarang sudah sampai virus hepatitis G. barangkali masih akan ditemukan banyak virus hepatitis lagi. Suatu ketika kita mendapat pasien sakit kuning yang gejala dan tandanya berbeda dengan yang sudah dikenal, lalu didapatkan virus hepatitis baru. Dari 8 virus hepatitis yang saat ini dikenal yang terpenting 3 jenis, yaitu hepatitis virus A, hepatitis virus B, hepatitis virus C.

Hepatitis virus A

Hepatitis jenis ini, awalnya menimbulkan penyakit yang mendadak, panas, mual dan muntah. Pada fase ini jarang ada dokter yang dapat menentukan bahwa pasien hepatitis karena gejalanya masih bersifat umum, mirip penyakit yang lain, misalnya demam berdarah, thypus, bahkan mirip infeksi tenggorok. Fase penyakit yang masih bergejala umum ini dalam istilah kedokteran disebut fase prodromal. Jadi bila ada dokter yang tidak tepat mendiagnosis penyakit fase pradromal jangan disalahkan. Setelah panas 3 hari baru muncul gejala dan tanda spesifik yaitu warna air kencing jadi coklat dan nyeri perut sekitar kanan atas.

Setelah panas badang berlangsung 5 hari, tiba-tiba panas reda tapi penderita jadi lemas, lemah lunglai dan mata jadi kuning.

Penyakit hepatitis A pada awalnya terlihat berat, mual, muntah, mata kuning selain panas tetapi untungnya sembuh sempurna, jarang menimbulkan kematian, kecuali bila kondisi hati sebelumnya memang lemah, misalnya hati berlemak berat. Tapi hepatitis A jarang menimbulkan kematian dan sembuh sempurna dengan kekebalan permanen.

Pada fase pasien lemah lunglai sebaiknya dirawat di rumah sakit, pertama untuk pemulihan, biasanya diberi infus air gula (glucose 10%) sampai mual muntah hilang. Bila mual sudah hilang, pasien bisa dirawat di rumah dan makan biasa, tapi jangan kebanyakan lemak.

Tidak perlu pengobatan secara khusus, pertama karena penyakit sembuh sendiri dan tidak berbahaya, kedua memang virus hepatitis A belum ditemukan penangkalnya. Yang dikerjakan para dokter sekedar membantu penyembuhan yang dalam ilmu kedokteran disebut pengobatan suportif dan banyak dokter menggunakan obat herbal, misalnya temulawak atau zat yang sudah dimurnikan yaitu curcumin.

Yang paling penting adalah pencegahan. Pertama vaksinasi terutama pada anak-anak. Kedua menjaga kebersihan makanan karena penularan virus hepatitis A melalui makanan. Virus ini yang semula hidup pada hati ikut aliran cairan empedu ke usus lalu keluar melalui feses (kotoran) kita. Dan fase ini ditularkan oleh lalat ke meja makan atau ke makanan di warung dan restoran.


Hepatitis B

Hepatitis B sesuai dengan namanya disebabkan oleh virus hepatitis B. orang yang tertular virus ini pada fase awal juga menunjukkan gejala seperti hepatitis A. Anehnya penyakit lebih ringan. Sayangnya pada sebagian orang virusnya tidak mau pergi, tetap tinggal seumur hidup. Tidak semua orang yang terjangkit hepatitis B sakitnya berlanjut. Sebagian terbesar sembuh sempurna 96%, sedang sisanya 4% menjadi penyakit hati kronik atau pengidap virus hepatitis B sehat yang dalam ilmu kedokteran disebut pembawa virus sehat (carrier).

Orang mendapat hepatitis B dari berbagai cara:

1.  Dari jarum suntuk yang dipakai bersama

2.  Dari transfusi darah

3.  Dari ibu pengidap lalu menular ke bayi saat melahirkan

4.  Hubungan seks tidak sehat

Perlu dijelaskan di sini bahwa saat ini orang-orang yang berumur di atas 40 tahun banyak yang membawa virus hepatitis B karena waktu mereka masih kecil mendapatkan suntikan dengan jarum suntik yang dipakai untuk banyak orang. Memang waktu itu virus ini belum dikenal. Sekarang ini dengan vaksinasi pada bayi, sudah jarang ditemukan penderita hepatitis B pada anak-anak. Pemerintah telah memprogramkan vaksinasi hepatitis B pada bayi di puskesmas dan pada praktek dokter.

Pencegahan

Pencegahan secara umum adalah menghindarkan penularan, dan ini sudah dilaksanakan oleh pemerintah dan para dokter dan vaksinasi. Pemerintah dalam hal ini Palang Merah Indonesia (PMI) selalu memberi darah bebas dari virus, sudah ditapis lebih dulu.

Pengobatan

Perawatan fase akut sama dengan hepatitis A. Pada fase kronik saat ini sudah ada obat anti virus hepatitis B. obat yang disuntikkan bernama interferon yang mampu mengusir virus paling sedikit melumpuhkan. Obat yang kedua obat anti virus hepatitis B yang diminum berupa tablet atau kapsul.

Sayangnya kedua obat ini mahal sekali. Bahkan di Negara maju hanya 10% penderita yang mampu membeli obat. Selebihnya diobati dengan obat tradisional atau obat herbal, misalnya temulawak.

Hepatitis C

Uraian tentang hepatitis C sama dengan hepatitis B selalu menimbulakn penyakit yang berlangsung lama (kronik) makin lama makin berat. Pengetahuan para dokter tentang hepatitis C belum sebanyak pengetahuan tentang hepatitis C. penularan utama terjadi pada pemakai narkoba suntik. Pengobatan hanya dengan interferon, yang karena mahal, hanya sedikit yang mampu membeli obat, selebihnya dipakai obat herbal atau obat tradisional.

Hepatitis selebihnya tidak perlu diuraikan karena sakitnya ringan dan sembuh sendiri seperti hepatitis A.

  1. Sakit kuning

Sakit kuning yang dimaksud disini ada warna kuning pada mata yang normalnya berwarna putih. Menyebut sakit kuning sebenarnya kurang tepat, tapi penting dan berguna agar kita waspada. Warna kuning pada mata sebenarnya suatu tanda penyakit yang penyebabnya banyak sekali.

1.  Hepatitis A, B, C, baik yang akut atau yang kronik (menahun)

2.  Malaria

3.  Penutupan saluran empedu

4.  Kanker hati dan pankreas

Uraian tidak perlu dilanjutkan karena hanya dokter yang perlu pengetahuan ini.

E. Penutup

Semoga uraian singkat ini berguna bagi para pembaca, sebagai bahan bagaimana kita memahami kemudia menyayangi dan kemudian menjaga kesehatan hati kita.


Jakarta, April 2007

Rujukan:

 1.  Andri Sanityoso. Hepatitis viral akut. Dalam: Arusudoyo et. al. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, 2006; 424-434.

2.  Irsan Hasan. Perlemakan hati non alkoholik. Dalam: Arusudoyo et. al. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, 2006; 464-468.

3.  Tom Brody. Nutritional Biochemistry. San Siego: Academic Press, 1994.

 

 

109 Komentar

Filed under global

109 responses to “Sayangilah Hati Anda, Jagalah Hati Anda

  1. nur

    salam hormat

    prof. saya mhsiswa fk, sedang mau skripsi, tolong dibantu dicarikan judul yg instrumen penelitiannya kuisioner di wilayah puskesmas, karena saya mempunyai keterbatasan biaya dan fk tempat saya kuliah baru.

    terima kasih.

  2. *nur: jika boleh tahu, dimanakah Anda menjalani kuliah? Mohon keterangan yang lebih lengkap. Atau bisa juga melakukan korespondensi melalui email saja. terima kasih.

  3. kokokheratno

    Selamat malam Prof,

    Saya mau tanya, ada teman yang setelah cek lab untuk fungsi hati hasilnya: SGOT = 20,2 SGPT=25,0 dan tes HbsAg dengan ultra sensitif = Reaktif(15,34) termasuk jenis hepatitis apakah ini Prof?

    Terima kasih

  4. gusti

    selamat siang Prof,

    saya mau tanya, 2 minngu yang lalu saya menjalani cek darah, dg hasil Hbsag positif, Anti Hbsag Negatif, Hb DNA posifit, jmlh virus dlm tubuh mencapai 4700. Denagn hasil seperti itu, termasuk jenis hepatitis apakah yg saya derita Prof, langkah pengobatan apa yg saya harus jalani sekarang ?

    Terima kasih

  5. Gede

    Selamat siang prof
    Terima kasih artikelnya…..sangat membantu memahami penyakit hepatitis…karena hari ini saya difonis kena Hepatitis A

    Salam

  6. Radiatul

    Selamat siang Prof….
    Saya mau nanya ttg tes kesehatan pranikah…
    Setahu saya tes itu bisa mengetahui ttg penyakit keturunan agar janin yang akan lahir dapat dicegah dari penyakit tsb…
    Tapi apakah tes tersebut bisa digunakan untuk mengetahui apakah janin yang akan dilahirkan bisa cacat fisik?

    Masalahnya saya akan menikah dengan sepupu saya. Nenek dari ibu saya kakak-beradik dengan nenek dari ibu sepupu saya. Dari pengalaman, perkawinan sedarah banyak menghasilkan keturunan yg cacat. Ada yg bisu, autis, dll…
    Apakah penyakit tsb jg bisa dideteksi dgn tes kesehatan pranikah tsb?

    Salam

  7. Selamat mlm dok.
    Sya mau tanya dok,2 bln yg lalu saya di diagnosa fatty liver,sgot :58 sgpt:48. trigliserida:333 sya dikasih curliv plus 3×1,gemfibrozil 1×1 selama 3 mngg,skrg sgot:24 sgpt:17 sudah normal dok,pertanyaanya kenapa sakit perut kanan atas msih berasa dan sering demam,apakah sya belum smbuh?

  8. Yth Bambang,

    Fatty liver bukan penyakit dan tidak menimbulkan rasa sakit. Rasa sakit perut kanan harus dicari sebabnya.

  9. Henny

    Selamat siang Dok,

    Saya menderita hepatitis B kronis sudah hampir 2 tahun. Hasil Lab terakhir : HbsAg (+) , HbeAg (+) HBV DNA (-). Kondisi Liver saya masih bagus (hasil USG 6 bulan yg lalu ). Oleh Dr. yg merawat sy diberi curliv+, Sebivo, Hepsera, Imreg, BRM, yg dikonsumsi setiap hari. Biasanya dg kondisi seperti saya perlu berapa lama untuk sembuh total ?. Apakah perlu dilakukan Scan virus / Biopsi?

    Terima kasih.

  10. Yth. Sdr. Henny,

    Menurut konsensus tingkat Asia (APSL), diberi obat bila SGOT. SGPT tinggi. Kalau SGOT, SGPT normal Anda perlu biopsi hati untuk menentukan terapi atau tidak. Bila uang Anda cukup lanjutkan terapi sebivo.

  11. Dok, beberapa waktu yang lalu saya periksa darah ke Klinik karena ada nyeri di ulu hati dan mimisan stiap hari.
    Hasilnya SGPT 79, SGOT 28. Apakah ini bisa dikatakan hepatitis? Namun petugas lab darah menyarankan supaya minum yang mengandung curcuma.
    Mohon tanggapannya! Trima kasih sebelumnya

  12. daru wicaksono

    Dear Prof,

    (Maaf jika saya memberikan balasan lagi di topik ini karena menurut saya disini kebutuhan dan topik saya seusai )

    Istri saya sejak tahun 2004 menderita sakit hepatitis B ( istri saya saat ini berumur 28 tahun). Sempat 1 Tahun lebih berobat jalan dengan salah satu Prof yang juga praktek di RS c*k*n* (maaf saya tidak menyebutkan siapa nama Prof tsb karena saya tidak berniat mencemarkan nama baiik orang lain dan instasi). Di 1 tahun awal pengobatan bersama beliau istri saya diberi obat sebivo (maaf saya lupa dosisnya, yang pasti obatnya 1 hari 1 kali tablet). Pengobatan ini sangat baik karena istri saya sgot dan sgptnya selalu normal. Walau demikian hasil antivurus hbv nya masih rekatif .

    Jumlah virus hep B yang pernah ditest lab secara kuantitatif sebelum mengkonsumsi sebivo adalah 18 juta. Setalah mengkonsumsi sebivo salama 1 tahun menjadi 30ribuan. Ambang batasnya kalau tidak salah dibawah 300 ya? Saran dari prof tsb adalah mengganti obatnya karena kuatir virus hep b nya akan resisten dengan sebivo. Kami setuju dan atas saran prof tsb istri saya mengkonsumsi sejenis serbuk teh bernama sosayikoto, diminum dalam larutan air putih.

    Selang 2 bulan istri saya konsumsi sosayikoto, sgot dan sgptnya tidak normal ( diatas ambang normal). Prof menyatakan virus tsb ‘bandel’. Kami disarankan untuk menggunakan obat suntik bernama kalferon dengan dosis pemakaian seminggu 3 kali suntik. Obat ini juga sangat keras. Istri saya merasa tidak kuat meneruskan pengobatan suntik ini. Selain itu juga sgot/sgpt istri saya masih diatas ambang normal. Istri saya berhenti menggunakan obat tsb setelah 1 bulan menggunakannya.

    Lalu kami berangkat ke luar negeri, pulau penang di Malaysia. Bertemu dengan prof disana dan kunsultasi. Dengan berbegai pertimbangan, prof tsb menyarankan untuk berhenti menggunakan kalferon dan meneruskan pengobatan dengan obat baraclude 0.5 mg sehari. Prof tsb juga menyatakan bahwa istri saya memiliki lemak dihati ( fatty lever) dan diberi obat Jetepar dengan dosis 1 hari 3 tablet. Sayangnya pengobatan berjalan salama 1 tahun dipenang ini juga tidak menunjukan sgot/sgpt yang normal ( setiap bulan istri saya cek sgot/sgpt), selalu diatas ambang normal.

    Awal Agustuss ini kami berencana untuk kembali berobat di Jakarta. Keuangan kami juga tidak mencukupi untuk terus menerus berobat ke LN. Prof, saya mohon bantuannya apakah kami bisa berobat jalan ke Prof Daldiyono ? Atau ada saran dari Prof Daldiyono agar kami bisa memperoleh dokter/prof lain di Jakarta? Budget kami juga terbatas, secara jujur kapasitas kami untuk membeli obat adalah sekitar 2 jutaan sebulan.

    Saya meminta pendapat dan saran dari Prof karena saya liat diblog situs ini prof bisa menjawab dengan objektif..
    Jika jawaban prof tidak ingin dipublish, mohon mengirimkan email saja ke new_electrolite@yahoo.com

    Terima kasih banyak atas tanggapanya

    Daru Wicaksono & Theresia Natalin

  13. Yth. Bpk. Daru Wicaksono

    Silakan datang ke RS Medistra di Jl. Gatot Subroto setiap (kecuali Rabu) pagi pk. 09.00 – 10.00 pagi. Sebelumnya harap Anda untuk menelpon terlebih dahulu, karena kadang-kadang saya tidak praktek karena harus tugas mengajar. terima kasih.

  14. Yth Bpk. Farhan,

    Ini bukan tanda hepatitis. Tanda hepatitis yang pokok adalah mata berwarna kuning. Mengenai mimisan, sebaiknya Anda periksa ke dokter THT. Terima kasih.

  15. daru wicaksono

    Dear Prof,

    Apakah Prof juga membuka praktik dirumah ?
    Apakah prof juga praktek di RS Carolus?
    Mohon info jadwal praktek prof untuk dirumah (jika ada) dan di RS Carolus (jika ada).

    Terima Kasih

    Daru

  16. Yth. Sdr. Daru,

    Saya tidak praktik di rumah. Silakan datang ke RS Carolus setiap hari Senin – Jumat pk. 18.00 – 20.00 WIB atau RS Medistra setiap hari pukul 9.30 kecuali hari Rabu.

  17. Bambang Sugianto

    Slmat siang prof n salam sejahtera.
    Saya 1 minggu yg lalu br aj general cek up. Kmudian diketahui dr lemaknya LDL kholesterol 163, SGOT 21, SGPT 34. Lekosit urine positif, eritrosit urine positif 4-5. Dan dr USG trdpt ksimpuln Fatty liver, mc buney tak nampak mass(Dd: cronic appendicitis) dan gas usus meningkat.
    Apakah benar saya trkna fatty liver pdhal SGOT/SGPT saya msh dikisaran normal, namun saya mrasakn ada benjolan tumpul tpat di bwh tulang rusuk yg ssekali trasa nyeri..pdhal jwban prof dr prtanyaannya p.bambang di atas bhw fatty liver itu tdk pnyakit dan tdk trasa sakit..bgmn dok mhn pnjelasan.
    Apakah usus buntu saya yg kena dok? Sbb perut terasa penuh terus.
    Saya di sarankn ole dokter tpmt tes tsb utk operasi dg laparascopy.., jk operasi dg cr trsb apaka cukup aman utk organ yg lain.
    Kmudian gas usus mningkat disebabkn krn apa dan bagaiman cara menormalknnya.
    Dmikian prof, sblumnya saya sampaikn byk2 terima ksh.
    Salam

  18. Yth. Bpk Bambang,

    Fatty liver bukan penyakit, itu hanya istilah medik biasa.
    Tentang laparoscopy harus yakin dulu bahwa gejala akibat appendixitis kronik, bukan oleh sebab lain.
    Ada baiknya jika Pak Bambang bertemu dengan saya secara langsung.
    Terima kasih.

  19. Bambang Sugianto

    Slamat pg prof salam sejahtera.
    Terima ksh byk atas tanggapan & undangan u/ ktemu langsung dg prof, namun nampaknya dlm waktu dekat blm bisa krn saya tinggal di lamongan jatim.
    Satu lg prof, apaka fatty liver jk di biar akan brdampak buruk? Dan apakah bs di normalkn dg hanya mmakai obat2an, dan kira2 obat apa yg baik utk fatty liver saya.
    Trima ksh byk prof, semoga Tuhan selalu melimpahkn rahmat Nya kpd profesor.
    Salam hormat.
    Bambang

  20. Yth. Bpk Bambang,

    Sekali lagi, fatty liver bukan penyakit. Kalau Anda di Lamongan, tidak perlu bertemu dengan saya. Kurangi makan nasi, berhentilah makan sebelum kenyang. Banyak makan buah dan sayur, yang lain bebas.

    salam.

  21. Bambang S

    Malem prof..,
    Baik prof terima kasih byk atas perhatian nya.

    Salam

  22. Irfan

    Yth.Pak Prof Daldiyono..salam sejahtera
    Saya mau bertanya tentang hasil Lab, SGOT=119.SGPT=49.Cholesterol Total=262.Trigeliserida=233 dan gejala yang saya alami ada rasa nyeri di uluhati sebelah kiri. Riwayat kesehatan sewaktu kecil pernah sakit “kuning”. Nah..apakah artinya saya Hepatitis? (Lab tdk cek HbsAg).
    Terima kasih banyak Prof….
    Salam

  23. Yth. bpk Irfan,

    Normalkan dulu kolesterol dan trigliseride, baru kita bicara hepatitis. Banyak makan sayur dan buah, nasi dan roti dikurangi.

    salam.

  24. anna.kere

    wow pak prof artikelya buagus ….buanget,,,,,stlah membc artikel ni sy jd sdr dan mau mejaga kesehata hati sy, dulunya sy tdk th klu ht kita mempunyai peranan yg bgt penting dlm kelangsngan hdp kt,tp stlh mmbc artikel bp yg bgt bgus sy langsung tercengang dan berniat untuk menjaga pola mkn sy spy sy bs terhindar dr penykit hepatitis btw makasih ya prof,smg tuhan memberkati,,,,,,,,,,,,,,

  25. becaksiantar

    Salam sejahtera Prof.
    sy butuh pencerahannya;
    sy tinggal di bandung prof, sy divonis oleh dokter A, bahwa sy mengidap Hepatitis B kronis, (hasil awal lab; sgot; 44, sgpt; 98, hbe ag; 316, hbvdna kuantitatif 1.270.000 copies/ml).kemudian sy dianjurkan untuk mengkonsumsi Baraclude 1mg.
    Sampai dengan saat ini, sy telah mengkonsumsi Baraclude 1 mg (1×1) selama hampir 5 bln.
    Kemudian atas rujukan teman2 dekat, maka sy konsultasi lagi ke dokter B, akan tetapi dari dokter B menganjurkan sy untuk menjalani terapi berupa suntik interferon (1minggu 1x selama 48 minggu)
    Yang ingin sy tanyakan;
    1. Terapi mana yg lebih baik dijalankan? sudah adakah pengguna Baraclude yg divonis sembuh total? adakah acuan2 khusus buat penderita untuk dapat memilih di antara 2 alternatif tersebut?
    2. Adakah penyembuhan alternatif lainnya, yg lebih baik dan lebih murah menurut prof?
    3. Apakah sy perlu rutin mengecek HBV DNA quantity sy untuk memastikan perkembangan kesembuhan penyakit sy? karena mengingat biaya tes HBV DNA yg terlalu berat.
    Demikian pertanyaan saya.
    Saya ucapkan terima kasih banyak atas suka rela Prof untuk menjawabnya.

  26. sye

    dok, saya mao tanya mama saya menderita sirosis hepatitis, skrg dia sedang di rawat d rs, 3 hari yang lalu sempat tidak sadarkan diri. mama saya sudah dirawat di rumah sakit sejak awal bln feb`10 dengan gejala muntah dan berak darah. kalau untuk penderita sirosis hepatitis seperti kasus mama saya, kira-kira apa masih bisa disembuhkan???tolong kasih saran apa yang bisa saya lakukan???

  27. Yth. Ibu Tresye,

    Saya ikut prihatin. Dokter berusaha, Tuhan yang menyembuhkan. Yang perlu dilakukan berkomunikasi dengan dokter dan doa tentu saja.

    salam,

  28. sye

    iya, saya mengerti prof. Mama saya sudah meninggal seminggu yang lalu. Saya berharap ilmu kedokteran semakin berkembang sehingga pasien-pasien lain dapat disembuhkan. Semoga Tuhan memberkati…

  29. clara

    Dok, protein apa yang paling baik bagi penderita gangguan hati (misalnya sirosis?). Apakah boleh mengonsumsi susu kedelai?
    Terimakasih.

  30. helen

    Pagi prof, sy ingin bertanya apakah ada pengaruh herbal (rebusan air temulawak) terhadap fungsi hati? apakah benar temulawak tsb baik untuk memperbaiki/menjaga fungsi hati? khususnya untuk org dg kondisi fatty liver. Thanks

  31. @ clara: protein paling baik dari kedelai dan protein kelapa hijau muda

  32. @ helen: temulawak baik buat hati, zalatif curamin

  33. ipung

    yth. Bapak Prof. Daldiyono

    Baru-baru ini saya general checkup massal di kantor dgn hasil trigiserid 295, SGOT 83 , SGPT 93 dan gamma GT 79. Saat check up saya masih agak sakit (dalam penyembuhan). Obat yang saya minum anti mual, anti migran dan paracetamol. apakah saya fatty liver? bagaimana untuk menormalkan? Apa cukup minum temulawak?
    Tidak mempunyai riwayat penyakit liver, tidah merokok dan tidak minum alkohol. Umur 41 th. Berat badan saya nambah, sekarang 51 kg.
    Mohon saran dokter (lewat email saya ipung.sosialbali@yahoo.com).
    Terima kasih dokter.

  34. Yth Sdr. Ipung,

    Wah, Anda hidupnya sangat makmur, harap kurangi makan nasi, banyak makan sayur dan buah, puasa Senin Kamis. Fatty Liver bukan penyakit.

    salam,

  35. enny

    Selamat pagi Prof,

    Saya penderita Hepatitis B Kronis dan sudah mengkonsumsi obat selama 3 thn. Hasil Lab terakhir SGOT dan SGPT normal, HBV DNA sudah 1.5 th negatif, HbSAg positif, HbEAg positif. Kondisi liver masih bagus. Obat yg dikonsumsi, sebivo, hepsera, curliv, Brm, Im reg.
    Dengan kondisi tersebut, apakah berbahaya jika saya menghentikan konsumsi obat anti virus (sebivo dan hepsera) dan hanya mengkonsumsi temulawak saja?
    Mohon penjelasannya ya Prof.
    Terima kasih Prof.

  36. Yth. Sdri Eni,

    Pertama saya ucapkan gembira, bahwa SGOT, SGPT normal, memang tujuan pengobatan membuat SGOT SGPT normal berarti hati Anda sudah normal.
    Tentang pengobatan selanjutnya ada berbagai aliran. Aliran yang saya anut, bila SGOT SGPT normal tidak perlu obat lagi, aliran lain melanjutkan pengobatan anti virus sampai anti HbEAg positif. Silakan bertanya pada dokter Anda menganut aliran yang mana, lalu turuti nasihatnya.

    Salam,
    Prof Daldi

  37. tanto

    salam dok,saya mau tanya.kalo sgot saya:166 sgpt:177 apakah berbahaya?dan 1 lagi saya terkena hepatitis c dan Hiv..dan cd4 saya:421 dan cd8:1145 tapi saya belum minum obat arv nya.apkah bahaya juga.salam terimakasih

  38. Yth. Sdr Tanto

    Segera minum ARV, kalau ada dana sekalian suntik Interferon . Jangan menyerah, HIV dan Hepatitis bisa sembuh. Anda dapat hidup normal dan kawin, namun sampai saat ini dianjurkan mengangkat anak asuh, karena disarankan lebih baik tidak punya anak sendiri.

    salam

  39. parulian

    Yth.Prof Daldi. Saya parulian,bulan juni kemaren saya divonis dokter mengidap hepatitis B reaktif akut,dan skrg masih rawat jalan dgn SGOT normal dan SGPT 84.HBsAg 250,dan sblmnya saya sdh diberi obat baraclude,skrg ditambah lg sebivo.yang mau saya tanyakan apa ga mubajir makan obat baraclude dan sebivo bersamaan.setahu saya kedua obat tsb fungsinya sama.thx

  40. moreno

    prof.. Setelah men­jalani medical chek up saya hasil pemeriksaan lab terbaru menun­jukkan penurunan:

    SGOT 33,
    SGPT 79,
    HBsAg 243,24.
    HBeAg non reak­tif,
    HBV DNA: virus ter­deteksi (6.80×10 pangkat1) dan
    anti HBe Reaktif.

    Apakah dengan hasil ter­sebut saya berkemungkinan besar dapat menegatifkan hbsag? sekarang saya mengkonsumsi liver guard dari nutrimax 3x sehari, lingzhi 3xsehari, madu 3x sehari & klorofil 2x sehari dan tetap berolah raga 3xseminggu. mohon pen­jelasan­nya kembali prof dan
    ter­imakasih banyak.

  41. moreno

    prof.. Saya berusia 33 tahun. Setelah men­jalani medical chek up saya hasil pemeriksaan lab terbaru menun­jukkan penurunan:

    SGOT 33,
    SGPT 79,
    HBsAg 243,24.
    HBeAg non reak­tif,
    HBV DNA: virus ter­deteksi (6.80×10 pangkat1) dan
    anti HBe Reaktif.

    Apakah dengan hasil ter­sebut saya berkemungkinan besar dapat menegatifkan hbsag? sekarang saya mengkonsumsi liver guard dari nutrimax 3x sehari, lingzhi 3xsehari, madu 3x sehari & klorofil 2x sehari dan tetap berolah raga 3xseminggu. mohon pen­jelasan­nya kembali prof dan
    ter­imakasih banyak.

  42. Yth Sdr. Moreno

    Kalau anti Hbe reaktif menurut konsensus dianggap sudah sembuh. Selamat ya, monitor tiap 6 bulan.

    salam,

  43. moreno

    Selamat siang dok.. Saya kembali mau menanyakan apakah bagi penderita hepatitis B dg Hbeag Non reaktif dapat berubah menjadi Positif dan anti Hbe Reaktif dapat menjadi Non Reaktif? berapa lamakah keduanya itu dapat bertahan didlm tubuh dan adakah cara/obat/herbal yg dapat menimbulkan anti Hbs? untuk jawaban anda atas pertanyaan saya seblmnya saya ucapkan banyak terimakasih dok..

  44. moreno

    Prof… Kemarin sore saya kembali melakukan cek darah rutin (setiap satu bulan) karena saya HBsag Reaktif, HBeag Non Reaktif & Anti Hbe Reaktif.. Saya agak kaget dg hasil periksaan tadi krn SGOT, SGPT & Titer HBsag saya agak naik (SGOT 38, SGPT 80& HBsag 520,86) pdhal bulan kemarin (SGOT 31, SGPT 70 & HBsag 168.70)pdhal saya tidak melakukan aktifitas berat apa2.. Apakah kenaikan ini mungkin disebabkan krn saya mengkonsumsi Vitamin E 400 IU dan mengkonsumsi Melantonin Herbal 3 Mg selama beberapa malam ini (krn saya mengalami kesulitan tidur )ataukan ada penyebab lain dok? perlu diketahui kira2 seminggu sebelum ini saya mengalami diare apakah itu jg ada pengaruhnya dok?
    Untuk Jawabannya saya ucapkan terimakasih…

  45. enny

    Pagi Prof,

    Sy penderita hepatitis B kronis, pemeriksaan terakhir HBV DNA 1,96 x 10^3, HbeAg (+), Sgot dan Sgpt sudah normal. Hasil pemeriksaan Fibro Scan , stiffness : 10 Kpa. Yg ingin saya tanyakan, apakah kekerasan liver saya tsb sudah termasuk berbahaya Prof ?? Sy belum sempat bertanya tentang ini pd dokter yg merawat saya, makanya sy coba bertanya pd anda. Mohon penjelasan dari Prof Daldi. Terima kasih ya Prof.

  46. Sumardi

    Terima kasih Bapak prof atas pencerahannya

  47. Elfan

    selamat malam prof,umur saya 19 thn,pria
    saya mau bertanya ttg hasil lab saya
    SGOT = 54
    SGPT = 144
    Gamma GT = 131
    CHE = 13.943
    Cholesterol total = 243
    LDL = 155
    HDL = 38
    Trigliserida = 280
    asam urat = 9

    1. saya bingung dgn makanan yg harus saya konsumsi skrg prof, kalo bisa saya tahu konsumsi makanan apa saja yg baik saya konsumsi skrg?
    2. jenis buah apa saja yg baik saya konsumsi?
    terima kasih prof

  48. linda

    dok 1,5 tahun yang lalu saya dirawat, dengan diagnosa Hepatitis kronis .hasil labor saat itu : HbSag (+),SGOT 127, SGPT 112. Akrir akhir ini saya merasakan nyeri diperus kanan sebelah atas ,terutama malam hari. dari hasil USG Di katakan adanya penebalaan dinding kantung empedu . dan D/ kOLESTITIS KRONIS . Tidak didapatkan adanya pembesaran hati Sedangkan dari CT Scan abdomen tidak ditemuka penebalan dari dinding kantong empedu ,juga tidak tetlihat adanya batu dari hasil Ct Scan tsb didiagnosa hepatomegali ec fatty lever.Pemeriksaan apa lagi sebaiknya yang harus saya lakukan untuk mendapatkan hasil yang akurat tentang penyakit saya prof?

  49. Sore Prof.

    Sore Prof.
    nama saya suparto usia 45 tahun, beberapa bulan terakhir ini saya lab dan yang menjadi masalah SGOT dan SGPT saya tidak nornal hanya untuk lab bulan mei kemarin hasilnya hasil SGOT 41 dan SGPT 51 khusus untuk SGPT dari awal tidak pernah normal kadang naik kadang turun (antara 51-57).

    Jenis penyakit saya tersebut katagori hepatitis yang yang mana prof?
    Apakah bisa sembuh apa enggak, soale sy baca ada yang virus hepatitis yang bisa menyerang seumur hidup. Kemudian sy tertarik dengan pengobatan Temulawak, caranya gimana prof dan pakai campuran semisal gula jawa apa murni hanya temulawak.

    terima kasih.

  50. Sore Prof.

    Sore Prof,

    Saya

  51. masalah hati mampu mengancam nyawa.. selain perubatan memalui doktor boleh juga alternatif lain untuk pengobatan masalah berkaitan hati..Contohnya tonik hati..

    terima kasih.. mohon berkongsi maklumat di situs ini

  52. Ping-balik: Sayangilah Hati Anda, Jagalah Hati Anda | Cahaya Hidayah

  53. timor

    Dok. mohon petunjuk.
    USG hati semua baik 2 bulan yg lalu, SGOT,SGPT 140/120. perut atas kanan kadang terasa kurang enak (kategorinya tidak sakit), sempat check Hep.A (-)m B (-) dan C(-). Saya diberi obat Curliv oleh Dokter 3×1, dan sempat turun jadi SGOT/SGPT 120/116.

    Pertanyaan saya apa perlu saya teruskan obat ini dok. Karena Dokter yang satunya kasih Resep saya HP Pro. Saya jadi bingung musti ikut yang mana?
    Apakah diet nasi membantu???
    Apakah temu lawak juga membantu???

    mohon petunjuk Dok…..karena saya juga bingung kok SGOT dan SGPT saya tinggi. Saya bukan peminum alkohol, walaupun pernah.

    dan semenjak konsumsi temu lawak dan semenjak saya sakit ini kok berat badan bertambah???

    salam,
    Timor

  54. rangga

    ass prof.. mau nanya..saya baru tamat kuliah..dan ikut tes seleksi pegawai.. dan sa”at tes kesehatan di ketahui hbsag saya positif nilai nya 3000.23 .dan HBEAG saya negatif. setelah konsultasi ke dkter saya di saran kan makn obat imreg dan hp pro. setelah 3 bulan mengkonsumsi hbsag saya sempat turun menjadi 2899.32 namun tiga bulan selanjut nya meningkat lagi jadi 3200.21. apakah obat yang saya konsumsi ini tidak berpengaruh proff..? dan apa solusi terbaik prof agar hbsag saya bisa negatif. wassalam.

  55. Salam,

    Perkenalkan nama saya Petrus, kurang lebih 2 minggu yang lalu saya konsultasi dengan anda di carolus, waktu itu saya jelaskan bahwa saya baru selesai dari sakit tipus dan dbd, namun efeknya saya ada masalah dengan hati (SGOT,SGPT dan Gamma GT melebihi normal, sedangkan bilirubin normal). Pada waktu konsultasi saya membawa hasil lab hari itu juga SGOT,SGPT, Billirubin normal, namun Gamma GT sedikit diatas normal. Hasil pemeriksaan waktu itu, saya sehat, lever tidak ada masalah, saya boleh kerja, makan dan minum biasa, bahkan saya tidak perlu lagi konsumsi HP pro dan Curliv karena SGPT dan SGOT normal.

    Kurang lebih 3-4 hari ini perut sebelah kanan atas saya nyeri, dan gejala-gejala kembung (begah) muncul. Selain itu feses lembek, dan sulit BAB Akhirnya saya putuskan utuk USG, dari hasil USG kesan yang ditunjukkan adalah fatty lever dan cholecystitis chronis.

    Yang ingin saya tanyakan:

    Apakah Virus Tipus masih ada di tubuh saya (tes widal terakhir negatif), sehingga dampaknya hati masih saja membengkak dan atau virus tersebut bersembunyi di saluran empedu?atau adakah hal lain yang menyebabkannya?karena BAB tidak lancar, usus besar sepertinya susah menyerap kandungan air di feses.

    Hari selasa saya berencana kembali ke Jakarta setelah liburan Paskah, semoga saya bisa bertemu dokter/

    Terima Kasih

    Petrus

  56. Salam,

    Terimakasih dok.Baik, kenapa saya tanya tipus, karena sebelumnya saya diskusi dengan teman yang menyampaikan mungkin kolestitis dan fatty lever (spesialis radiologi menyampaikan lever sedikit membesar) seperti yang ditunjukan dalam kesan USG adalah dampak lanjutan dari virus tipes yang masih tertinggal, karena virus tipes bisa saja masih ada walaupun sudah tes darah, virus bisa dinyatakan hilang bila sudah dites di feses. Spesialis radiologi yang melakukan USG juga menyampaikan ada sedikit kristal di empedu.

    Namun yang saya bingung, kenapa rasa sakit di perut sebelah kanan (mungkin empedu), baru muncul setelah sekian lama,apa karena tertekan lever yang sedikit membesar ya dok?bahkan waktu konsultasi dengan anda 2 minggu lalu saya tidak merasakan nyeri sama sekali.

    Sore ini saya diajak ibu saya untuk ketemu internis disini, hasil diagnosa beliau, saya masih tipes dan diberi cuti bed rest 14 hari dan diberi resep.
    Secara fisik saya sudah tidak merasa lelah, memang masih ada gangguan seperti yang saya jelaskan diatas, namun secara umum saya merasa baik. Jadi bingung mana yang harus diikuti dok, sementara tanggung jawab pekerjaan di Jakarta menanti.

    Sekali lagi terimakasih atas bantuannya

    Petrus

  57. Aini

    Salam..
    Prof, Saya tinggalnya jauh dr jakarta. Gimana caranya bisa konsultasi dgn Dok? Saya pengidap Hepatitis B.
    Terimakasih.

  58. Roy

    Lalu apa fungsi dr Garlive?

  59. Aini

    Prof terimakasih atas balasannya yang pertama. Saya ingin memberitahukan hasil lab saya. Untuk SGOT 35, SGPT 33, Gamma GT 13, HBeAg non reaktif S/CO: 0,554, HBsAg reaktif TV: 9,85. Gimana caranya agar HBsAg menjadi normal atau non reaktif? Saya mohon solusi dan bantuannya dari Prof untuk kembali normal.
    Saya ucapkan banyak terimakasih atasperhatian dan jawaban dari Prof.

  60. Aini

    Salam…alhamdulillah saya lega prof. saya ga sakit. terimakasih atas jawabannya. Hanya ada kendala yg cukup serius Prof dengan HBsAg positif. Saya ga bisa buat visa residen tuk tinggal di KSA. Karna HBsAg yg positif. Saya berharap prof bisa membantu bagaimana mengatasi kendala tersebut. Terimakasih Prof, semoga kebaikan Prof menjadi ladang amal dan dibalas-Nya. Amiin..

  61. Alvin Sanusi

    Prof, beberapa minggu yang lalu, saya melakukan check up tahunan. Ternyata SGOT saya 120 dan SGPT saya 64, dimana nilai normalnya adalah 5 – 40. Sedangkan hasil check up tahun lalu, hasilnya normal, yaitu SGOT 26 dan SGPT 39.
    Selain itu, Kolesterol total dan LDL saya tinggi, yaitu 246 dan 173. Sedangkan tahun lalu 263 dan 188.
    Saya tidak merasakan gangguan pada tubuh saya. Tapi sekitar sebulan sebelum check up, saya diberi Amoxan (antibiotik) dan saya alergi hebat. Akhirnya harus diinfus di rumah sakit untuk meredakan efek alerginya. Apakah ada hubungan antara termakannya dan efek alergi terhadap peningkatan SGOT dan SGPT?
    Apa yg sebaiknya saya lakukan? Apakah cukup istirahat saja? Memang akhir akhir ini, saya punya aktifitas cukup tinggi sehingga istirahat kurang. Setiap hari sekitar 5 jam saja tidurnya.
    Terima kasih.

  62. irfan

    Salam Prof, Anak saya kuliah di Fak Kedokteran di Jakarta waktu praktikum darhnya diperiksa dengan HbsAg Positip tapi titernya masih normal, kondisinya sehat, sekarang rutin minum curliv plus, mohon sarannya prof, terima kasih

  63. junaidi

    Salam prof, saya kena hepatitis A, cek lab terakhir SGOT 63 SGPT 83. Sampai saat ini masih pusing dan lemas, saya minum obat sudah 3 bulan, tetapi belum fit benar. Bagaimana solusinya Prof. trima kasih.

  64. Joe

    Salam Dof.
    Nilai SGOT saya 94 dan SGPT saya 86, bilirubin total 1,4 (ketiganya melebihi nilai normal).
    Sedangkan bilirubin direk 0,25 dan alkalin fosfatase 73 (berada pada rentang normal).
    Dari hasil USG saya diketahui Fatty Liver.
    Apakah kenaikan nilai SGOT dan SGPT tersebut dari fatty liver Dok?
    Karena saya khawatir terserang hepatitis Dok.
    Terima kasih Dok.

  65. Joe

    Salam Dok.
    Nilai SGOT saya 94 dan SGPT saya 86, bilirubin total 1,4 (ketiganya melebihi nilai normal).
    Sedangkan bilirubin direk 0,25 dan alkalin fosfatase 73 (berada pada rentang normal).
    Dari hasil USG saya diketahui Fatty Liver.
    Dari hasil pemeriksaan laboratorium diketahui nilai kolesterol total 195, HDL 45, LDL 126, Trigliserida 120, Rasio 4,3 (semuanta berada pada rentang normal)
    yang ingin saya tanyakan Dok.
    Apakah kenaikan nilai SGOT dan SGPT tersebut dari fatty liver Dok?
    akan tetapi mungkinkah saya fatty liver padahal profil lipid saya masih normal?
    Karena saya khawatir terserang hepatitis Dok.
    Terima kasih Dok.

  66. ifan

    salam prof..
    saya penderita hepatitis B, sgot sgpt saya normal, tapi hbsag saya pernah diatas 1000, saya berkonsultasi dgn spesialis peny dalam di surabaya, menurut sarannya saya harus menurunkan jumlah virus tersebut, dan rutin minum sebivo dan reishimax, karena keterbatasan dana. akhirnya saya menghentikan konsumsi sebivo dan mulai pengobatan alternatif di aceh, alhamdulillah setelah cek hbsag saya tinggal 3 sedangkan nilai negatifnya harus dibawah 2, menurut prof apa yang harus saya lakukan kalau hbsag saya sudah rendah? apakah bisa langsung diberi imunisasi? mengingat antibodi saya terhadap virus ini negatif.. mohon penjelasannya prof.. saya takut virus saya berkembang lagi.. terima kasih prof..

  67. Anita

    Ass..
    Dok ibu saya slot sgptnya normal,ttp gama gt 61.. Ibu saya gemuk, mungkin 90an kg..ibu saya juga punya riwayat ht.saat ini .minum sprironolacton, nifedipin, mencobalamin, curcuma…gama gt tinggi tandanya apa ya dok.??trus Bgmn solusinya…trims.

  68. Fifi

    Fungsi hati Gamma GT saya tinggi 92 , klo SGOT DAN SGPT normal, berbahaya kah ini? Apa penyebab Gamma GT tinggi ?

  69. dyah puspita

    Dokter Yth, ibu saya menderita hepatitis C genotipe 2, disarankan suntik interferon oleh salah seorang dokter di bekasi, ibu saya sangat takut dengan efek sampingnya. Pertanyaan saya sejauh mana efek samping dari terapi tersebut dok, kemudian berapa lama terapi tersebut dan apakah ibu saya bisa sembuh dok ?

  70. HA Broto

    Selamat pagi prof,
    Saya usia 48 tahun punya riwayat fatty liver dan kecenderungan SGPT diatas rata2 serta mengikuti program vaksin anti hepatitis. Kemarin pagi saya chek lab dgn hasil gula darah puasa 94 gula darah 2 jam pp 119 SGOT 57 SGPT 100 HBs Ab (ELLISA) 614 mIU/mL mohon tanya prof bagaimana menurunkan SGOT dan SGPT … tks

  71. Frans Bratanata

    Prof Daldi, selamat sore,
    Saya laki-laki, 67th, kira-kira sebulan yang lalu, seperti masuk angin terus menerus.
    Hal ini saya coba obati sendiri dengan (berganti-ganti) Tolak Angin cair, Panadol, Ponstan, Pyroxycam, Neuralgin, Dolo neurobion, apa saja sisa analgesic yang ada.
    10 hari yang lalu disuatu perjalanan saya kena nyeri yang sangat di kedua siku, dada dan geraham. Kebetulan bekal yang ada Cardio Aspirin, satu saya telan satu lagi saya kunyah perlahan-lahan.
    Di rumah, nyeri yang pergi datang ini (nyeri kalau effek analgesic habis?) saya obati dengan analgesic yang saya sebutkan diatas.
    3 hari setelah serangan nyeri hebat itu, juga dalam perjalanan, nyeri yang hebat menyerang lagi, sampai saya langsung ke UGD RS terdekat.
    Hasil check tensi dan EKG maupun alat kecil yang ditempel di ibu jari baik. Tanpa memeriksa tubuh dengan stethoscope, saya diberi resep Omeprazole, Celebrex dan Myonal untuk 3 hari.
    Obat habis nyeri masih menyerang, saya ke dokter ahli syaraf.
    Yang dia check cuma tensi, tanpa memeriksa tubuh dengan stethoscope saya diberi resep 5 macam obat serupa tapi tak sama (untuk maag dan rheumatic).
    Pkl 22 obat dimakan, pk00.30 nyeri menyerang, hingga obat saya putuskan tidak dimakan lagi dan paginya saya menemui seorang internist yang sudah saya kenal baik (cuma lokasinya jauh dan taripnya mahal)
    Disamping check tensi, berat badan, tubuh dengan stethoscope, mata dan lidah, darah dan urine saya juga di check. Katanya mata saya agak kuning.
    Sementara menunggu hasil lab, resep yang saya dapat cuma Sistenol dan 2 macam supplement untuk hati berisi Lecithin dan Curcuma.
    Hasil lab, Hematologi lengkap dan urine lengkap baik, biliruibin, Alkali Phospatase dan Creatinin baik, SGOT 94 SGPT 45.
    Setelah hasil lab diperoleh, pesannya cuma supplemen Lecithin dan Curcuma diteruskan selama sebulan, kemudian check lagi, dan kalau tidak nyeri Sistenol jangan dimakan.
    Kondisi saya, tidak bisa kena angin sedikitpun (hingga ac saya pasang di 30) dan tidak bisa mandi, sebab sedang mandipun langsung nyeri sekali.
    Seorang teman membawakan saya supplemen yang katanya untuk memperbaiki daya tahan tubuh dan anti oksidan berupa juice.
    Sehari setelah mengkonsumsi ini kondisi saya membaik.

    Seorang teman mengatakan, beberapa tahun yang lalu ayah nya menderita nyeri seperti saya, ternyata itu kanker liver, meninggal 2th setelah ketahuan.
    Kira-kira 25th yang lalu, saya kena fatty liver, SGPT SGOT naik, tapi saya cuma lemas saja, tidak ada nyeri sama sekali.
    Internist yang saya tanyakan bilang, kalau pada pengecheckan berikutnya nyerinya masih, baru kita cari penyebabnya.

    Saya amat mengharapkan kesediaan Prof Daldi untuk menjelaskan apa kira kira yang mencetuskan nyeri yang sangat ini dan apakah angka SGOT 94 dan SGPT 45 sudah mengarah ke kanker liver?

    Atas kesediaan Prof Daldi saya sampaikan terima kasih yang sebesar besar nya

    Beserta Salam,

    Frans Bratanata
    frans.bratanata@gmail.com

  72. prof.daldi@yahoo.com

    Yth pak Frans Bratanata ,Masuk angin terus menerus dirasakan sebagai nyeri badan adalah gangguan proses oksigenisasi dalam otoT atau pada sendi. Akar masalah harus dicari pada jantung atau paru atau pembuluh darah atau kekurangan vitamin atau kurang gerak – olah raga. Prof daldy
    Sent from my BlackBerry®
    powered by Sinyal Kuat INDOSAT

  73. Frans Bratanata

    Yth prof Daldy, Terimakasih banyak untuk jawabannya.
    Saya memang kurang olah raga.
    Saya tidak merokok dan paru sejauh ini tidak terasa ada masalah.
    Dengan pembuluh darah, apakah yang prof maksud kadar Cholesterol atau ada hal lainnya lagi?
    Dengan hasil EKG baik, gizi atau vitamin pada hemat saya cukup baik, apakah saya boleh menyimpulkan bahwa SGOT 94 dan SGPT 45, nyeri di geraham sampai gigi rasanya berlubang semua, boleh saya abaikan, dan mulai banyak berolah raga? Kalau demikian hal nya, beban berat dalam pikiran saya hilang sudah…. :-)

    Terimakasih banyak Prof,

    Beserta Salam,

    Frans Bratanata

  74. sari

    Prof,sy tes darah tgl 8 feb 2013 hasilnya sgot 24 ,sgpt 25 ,hbsag reaktif dan anti hbs nonreaktif.sy positif hepatitis b.sy diberi obat proliva dan nerva plus,lalu tgl 8 maret 2013 sy cek lagi sgot 23 sgpt 29,ureum 17 dan kreatinin 0,60..bln ini sy diberi obat bio curliv dan vitamin.sy msh merasa mual dan pusing,sy jg msh menyusui anak 23 bln,apakah ada resiko tertular?krn sy tidak tahu sejak kapan tertular hepatitis b..sy termasuk hepatitis b akut atau kronik?apakah sy bs sembuh..terimakasih profesor..sy mohon jawaban nya

  75. Malam prof daldiyono apa kabar dok? Semoga dokter sehat2 selalu. Saya & kel sejak lama sudah kenal dokter karena beberapa kali kalau sakit berobat ke prof daldiyono,terutama waktu ayah kami kena sjs, trimakasih kepada prof dal alhamdulillah lewat penanganan prof dal & dengan ketetapan Tuhan ayah kami sembuh total. Saya ingin tanya keponakan saya perempuan13 tahun sering setellah makan perutnya sakit, terutama makan pedas. sebaiknya bagaimana penanggulangannya dok? Trimakasih dok untuk penjelasannya.

  76. sumantri

    Selamat sore Prof.
    Adik saya meninggal dunia karena penyakit kanker hati. Saat itu saya berusaha untuk mendapatkan sorafenib generik dari India. Sorafenate dari Natco dan Soranib dari Cipla. Sayang nya obat ini baru tiba setelah adik saya meninggal dunia. Saya tidak tau apakah obat ini bermanfaat bagi para penderita kanker hati yang lain. Seandainya ada yang membutuhkan, saya akan memberikan obat ini secara gratis. Terima kasih

  77. Taufan Hakim

    Dear Prof.,

    Ayah saya menderita hepatitis C kronis yg saat ini sudah pada tahap sirosis dan beberapa bulan lalu (hampir setahun) sempat mengalami muntah darah beberapa kali. Namun demikian syukurlah akhir-akhir tidak mengalami hal demikian lagi Prof.

    Yang mau saya tanyakan di sini adalah:

    1. Apakah bila sudah tahap sirosis, hati tetap bisa melakukan regenerasi prof?

    2. Obat apakah yang dapat untuk mempertahankan kondisi hati ayah saya ini agar tidak terulang kembali serangan muntah darah. Apakah obat Hp Pro dapat melakukan itu? Hal tersebut mengingat ayah saya saat ini sepertinya sudah putus asa bila harus opname di rumah sakit lagi.

    Demikian Prof., mohon dengan sangat bantuan dokter. Terima kasih atas perhatiannya.

    Kind regards,

    TTD

    Taufan Hakim

  78. gede putra

    thanks dok berarti ada harapan hidup sampai tua bagi penderita hepatitis

  79. Handar

    Dok, ingin bertanya untuk pengobatan herbal hepatitis C kira2 apa saja dok obat herbal yg bisa menyembuhkan nya ?

  80. alfian

    dok..istri saya sgot 18 sgpt 88 gamma gt 419….apakah istri kena hepatitis?a ataw b?dok yg rawat kasih hp pro…mohon d jawab ya dok.

  81. darmawan

    YTH Bapak Dokter,
    Tolong kiranya untuk obat antiviral hepatitis B yang harganya sangat mahal seperti baraclude bisa di dorong ke pemerintah untuk keluar versi generik sesegera mungking.

  82. Assalamualaikum prof..
    Saya punya anak umur 2th sedang jelek sekali nafsu makan nya .. ada yng menyarankan menggunakan curlive + sehari 1-3x 5ml memang semenjak itu selera makan anak saya meningkat..yang ingin saya tnykn apakah tidak ap2 mengkonsumsi curlive+ sebagai suplemen makanan sedangkan kondisi anak sy yang sehat (hanya nafsu makannya saja yg sering turun) dan minumnya pun ga pake susah dok .. ssebelumnya saya sudah coba suplemen lain tapi yang anak saya suka dan terasa efeknya hanya curlive+ cair saja dok

  83. Leonardy

    Selamat Siang Prof,
    Terimakasih buat info di web ini, bersyukur karena banyak membantu.
    Prof,
    tadi siang saya menjalani Fibroscan hati, hasilnya adalah sbb :

    Stiffness (KPa) = 5.9
    IQR (KPa) = 0.7
    CS (KPa) = 5.2
    Success rate = 100%

    Mohon infonya,
    apakah kategori kerusakan hati di atas termasuk dalam kategori membahayakan?

    Atas jawaban dan perhatian yg diberikan, saya sampaikan terimakasih.
    TTD,
    Leo

  84. Selamat siang Prof…
    Pertama-tama kami mengucapkan terima kasih atas artikle Prof di web ini.
    Selanjutnya saya Mohon maaf mengganggu. Beberapa hari yll tepatnya tgl.29/6-13 anak sy Petrus Dicky Indra Saputra melakukan cek laboratorium sehubungan dengan kondisinya yang mudah sakit/kena flu. dan hasilnya Hematologi, nilai MNC dalam batas normal, fungsi enzim , imunologi serologi negatif , widal negatif, warna n kejernihan urine tidak ada masalah.tapi fungi hati SGOT 49, SGPT 123, Gamma GT 105,fostase Alkali 105. lalu dianjurkan cek hepatistis B & C tapi tetap negatif. lalu oleh internist dianjurkan USG abdomen lagi-lagi kesan tidak tampak gambar fatty liver. Untuk hal itu tindakan apa lagi yang harus saya lakukan mengingat saat ini Dicky hanya mudah flu, BAB kurang lancar. sekarang dia minum Leshichol 300 sehari 2 x 1, exkst temu lawak, dan teh suqun dengan gula aren. Mohon pencerahannya.
    Sebelum dan sesudahnya saya haturkan terima kasih.
    TTd
    Ibu Lilik

  85. Handar

    Dear teman-teman seperjuangan yg mengalami penderitaan hepatitis, saya mendapat kabar bahwa minyak kelapa murni bisa menyembuhkan nya, note saya tidak bermaksud mengiklan kan produk ini, tp saya juga sedang berusaha mengobati penyakit ini juga silahkan copas link ini https://www.facebook.com/pages/Komunitas-Peduli-Hepatitis/129707703875685?ref=ts&fref=ts

  86. Yohanes

    Selamat siang Prof
    Th 1987 saya sakit kuning dok. Waktu itu saya masuk RSPAD Gatot subroto. hasil lab sgot 60, sgpt 62, Hbsag (- ), anti Hbsag juga (-). Saya sudah mo mati waktu itu tapi dokter disana sangat menganggap remeh penyakit ini, Lalu saya dipulangkan dg kondisi msh sakit. Lalu krn masih sakit 1 bulan kemudian saya masuk RS Mintoharjo dg keluhan yg sama. Hasil lab saya disitu hampir sama dg diatas tapi ada tambahan hasil HBc (-) dan anti HBc ( +). Dari sini sudah terlihat bahwa tubuh saya sudah memproduksi anti bodi virus hepatitis B. Tapi dokter tetap menganggab enteng penyakit ini. Lalu saya dipulangkan kembali kerumah. Saya penasaran dg penyakit ini lalu saya buka buka buku kedokteran dan terlihatlah bahwa penyakit ini tdk ada obatnya. Hanya istirahat dan minum vitamin untuk meningkatkan anti body agar melawan virus ini. Saya cuti kuliah dan beristirahat selama 6 bulan. Persis seperti yg ada dibuku bahwa penyakit ini berlangsung sekitar 6 bln lalu sembuh dan badan saya pulih kembali. Karena sdh merasa sehat sy olah raga bermain batminton hasilnya penyakit ini kambuh kembali, Rupanya dibuku tidak ditulis bahwa virus ini tidak bisa mati !! virus ini hanya stanbay saja menunggu anti body kita lemah baru dia menyerang kembali.
    Karena sakit kembali saya berobat ke specialist penyakit hati Dr Nurul. A lalu saya di rawat di RS kebayoran di USG hasilnya bagus. Hasil Lab sgot n sgpt juga hanya sedikit diatas normal. Lalu saya di biopsi hati hasilnya baik. Biopsi ini hal yg paling sy sesali karena hati lg rusak dan sakit kok dikorek dan ditusuk walaupun cuma pakai jarum kecil tapi sudah jelas menambah kerusakan pd hati.
    Setelah dirawat 2 minggu dan tidak ada kemajuan dalam penyembuhan ahirnya sy pulang kerumah lalu istirahat total selama 5 bulan puji Tuhan hati ini sembuh kembali. Saya kuliah kembali dan menyelesaikan kuliah di FTUI walaupun hampir DO krn gangguan penyakit ini. Penyakit ini beberapa kali kambuh karena kecapaian, begadang main catur atau lainnya. Saya sudah pernah menjalani terapi interferon suntik selama 48 minggu. Tapi virus ini memang pandai bermutasi dan mempertahankan diri dari antibody. Setelah disuntik memang hasilnya bagus kita sehat krn anti body tinggi. Tapi karena saya suka main catur lalu saya bertempur catur dg om saya sampai jam 1 pagi tiap hari selama 1 minggu hasilnya sakit ini kambuh kembali. Lalu saya istirahat kembali dan diberi dokter obat HP Pro. Obat ini bagus saya meminumnya selama 7 th dan saya menjalani hidup sehat dg tdk merokok, minum alkohol, minum susu non fat, tidur jam 10 malam hasilnya sy bisa bekerja lg dg baik. Th 2005 ditempat kerja saya ada sop kambing enak sekali saya makan hampir tiap hari lalu ditambah ketika sedang tidur tiduran anak sy yg umur 5 th melompat dan badannya tepat mengenai hati saya sehingga penyakit ini kambuh kembali. Setelah itu sy menjalani terapi herbal sampai sekarang cukup baik sehingga saya bisa bekerja kembali. Tiap bulan sy mengecek SGOT, SGPT, Gamma GT hasilnya baik.
    Tapi sejak th 2007 Gamma GT 127, sgot n sgpt normal.
    Gamma GT ini tdk pernah turun sampai sekarang. Malah sekarang bulan August 2013 Gamma GT saya sudah 320 dg sgot dan sgpt normal.
    Apa penyebab dari Gamma GT yg tinggi ini???
    Bagaimana pengobatannya untuk membuat normal kembali Gamma GT ini krn hampir selama 6 th tdk bisa normal ??
    Karena kalau saya lihat dibuku dan di internet bahwa penyakit ini setelah 25 th akan jadi Sirosis lalu Hepatonema.
    Tolong pencerahannya Prof
    Regards

    Yohanes FJ

  87. darmawan

    Saya juga penderita HBV. Dari laporan pak Yohanes HbsAg (-) artinya tidak ter infeksi Hepatitis B.

  88. Idang

    Pak Darmawan HbsAg (- ) belum tentu tidak terinfeksi Virus Hepatitis B. Bisa saja tidak terditeksi ada didarah tp ada di hati. Bisa juga waktu windows period dimana tubuh mulai mengeluarkan anti body yaitu anti HbsAg. Pada kasus saya th 87 HbsAG (-) tapi anti HBc (+). artinya tubuh sy sdh kemasukan virus ini

  89. darmawansyah

    Artinya ini pengetahuan baru buat saya sebagai penderita. Sebelumnya, disaat saya kena HBV dengan nilai HBV DNA cukup tinggi istri dan anak-anak saya di minta cek HbsAg dan Anti HBs saja. Jika keduanya negatif artrinya bebas hepatitis B dan butuh untuk di imunisasi saja.

  90. Idang

    Betul Pak Darmawansyah. Imunisasi saja anak dan istri bapak. Walaupun saya bukan orang kedokteran tapi saya byk baca buku tentang penyakit ini, diskusi dg byk dokter, diskusi dg penderita penyakit ini baik yg sakit lalu meninggal karenanya maupun menjadi sembuh dan pengalaman dari mengobati penyakit ini selama puluhan th meng

  91. darmawansyah

    Klau pak Idang penderita, baiknya ikut bergabung juga dengan milist: bsurvivor_squad@yahoogroups.com

  92. Trima kasih artikelny dokter.
    Hasil USG saya Fatty liver, masalah saya adalah napas berbau sudah sangat lama, sudah ke dr interna, sudah endoscopy hasilnya, peradangan ringan, saya belum memeriksa fungsi hati karena tidak ada keluhan, sudah berobat ke dokter gigi, juga sudah berobat ke dokter THT, hasilnya tidak ada masalah sedangkan bau napas tetap ada.. lalu saya mencoba untuk minum obat HP pro atau livapro SS dengan dosis 2 x 1, dan saya merasa napas saya mulai kurang bau. pertanyaan, apakah ini berbahaya bila saya melanjutkan minum kedua obat tersebut secara bergantian dan sampai berapa lama?. terima kasih dokter atas bantuannya.
    Lenny

  93. engla

    dokter saya mau tanya apa penyakit hapatitis gak apa2 memakan temulawak

  94. engla

    DOK TOLONG INFORMASINYA

  95. cekyaneffendi

    Selamat Siang Dokter
    Dokter saya ingin tanya SGPT dan SGOT normal namun Gamma GT saya diatas normal 79, gimana cara mengatasi Gamma GT yang tinggi ini

  96. Buah apa yang bisa menghilangkan fatty liver…

  97. sri

    inin diCoPas ya prof… :)

  98. prof, apakah kebiasaan begadang itu dapat memicu kerusakan hati ? mohon penjelasan nya.. trimakasih

  99. mat siang Prof sy tinggal di Papua di kota Manokwari sy Kena Hepatitis B dr Thn 2004, sy sdh pernah ke Makassar di sana sy dikasi AHFC dan Livercare SGOT, SGPT dah mulai kembali Normal, cuman kata dokterx Hepatitis tdk bisa sembuh total lg, apa betul pfof ? trus apa yang sy hrs lakukan ? trimakasih

  100. darma

    Pak Ronal, bergabung saja dengan milist bsurvivor_squad@yahoogroups.com

  101. anto

    selamat malam prof,saya pria umur 35 tahun,setelah melakukan pemeriksaan dlm 4 tahun ini,saya ada virus hepatitis c,keluhan yang mulai terasa rusuk sebelah kanan sering ngilu,apa solusi terbaik untuk saya menurut prof.trims

  102. Salam prof….
    Saya halim umur 34thn pada bln okt 2013 sy cek lab hasilnya sgot 33,5 sgpt 29,9 albumin 41,2 globulin 41,3 total bilirubin 31,2 direct bilirubin 12,08 indirect bilirubin 19,2 ggt 242 triglyceride 2,06.hasil fibroscan mean stiffness reading of 8,9kpa f3 fibrosis stage sm dokter dikasih obat lyphantyl penta 140mg,legalon 140mg 3×1,vitamin E 750iu selama 3bulan.Setelah 3bln sy cek lab lagi hasilnya sgot 25,9 sgpt 14,6 albumin 39,9 globulin 33,8 total bililubin 26,6 direct bilirubin 11,69 ggt 106,6 triglyceride 0,9.hasil fibroscan mean stiffness reading 10,4 kpa tes ct csan fatty liver.krn triglyceride udah normal dokter blg lyphantyl ngak usah makan lagi,ditambah obat ursofalk 2×1.tes hepatitis negatif dan saya prnh suntik antibody hepaptis a dan b
    Yg ingin sy tanyakan knp hasil fibroscan malah naik sedangkan hasil tes drah udah turun,Apakah bahaya penyakit saya?
    Tolong dibantu penjelasannya prof

  103. Prof,, saya belum lama ini tes kesehatan, , hasilnya Gamma GT saya tinggi apakah ada pengaruhnya dengan saya minum antioksidan (Vipro-G) pada malam sebelum saya tes kesehatan?…terima kasih

  104. okke gunawan

    prof, saya mau bertanya, istri saya hamil 32 minggu dan setelah hasil lab menyatakan bahwa HBsAg nya reaktif, pengecekan kami yg biasa di bidan, bidan tersebut menyatakan harus k rumah sakit, kami kaget dan bingung, apakah kondisi istri dan janin bayi kami bisa sembuh? dan apakah ada rekomendasi prof untuk dokter kandungan di rs.carolus? karna setau saya hepatitisb ini penyakit menular, takutnya rs carolus tidak mau menerima, terimakasih

  105. Dokter, saya wanita umur 30 thn, sebulan ini saya batuk pilek , tapi sudah sembuh setelah 1 bln 1 minggu. Selama itu saya minum obat batuk dan antibiotok,kalau SGOT 17, dan SGPT 8 , kreatinin di bawah normal 0,53 apakah ada indikasi penyakit ?Terima kasih Dokter

  106. Prof,usia saya 41thn,SGOT 75,SGPT 120,GammaGT 96,cholesterol 219,HDL 53,8,LDL 119,Trigliserida 131,saat ini hanya rasa sakit di tengkuk dan sedikit pusing.terapi apa yg harus saya jalankan,prof?mohon petunjuk dari prof.trims

  107. darma

    Utk Flora, SGOT, SGPT tinggi. Penyebabnya apa ya? Apakah Hepatitis atau lainnya. Sepertinya perlu cek lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s